Update: hingga hari keempat sudah 52 jenazah berhasil teridentifikasi

Jayapura, Jubi – Hingga hari ke empat pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua berhasil mengidentifikasi 52 jenazah dari 86 kantong jenazah yang masuk di RS Bhayangkara Jayapura.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Pol Ahmad Musthofa Kamal menyebutkan, total keseluruhan jenazah yang ditemukan tim gabungan Basarnas, TNI/Polri dan para relawan mencapai 102 jiwa. Sementara yang diterima pihak RS.Bhayangkara baru 86 kantong jenazah.

“52 dua jenazah tersebut terhitung sejak hari pertama identifikasi hingga hari ini. Dan hari ini kami sudah berhasil mengidentifikasi 14 jenazah,” katanya kepada wartawan, Rabu malam (20/3/2019) di RS Bhayangkara.

Dikatakan,dari 14 jenazah tersebut, lima jenazah sudah diidentifikasi sejak pagi pada pukul 10.15 WP di antaranya, Maria Hana Yom (34), M. Ardiansah (7), Oktovina Andatu (49), Ferdina Tabuni (55), dan Jimi Hendrik Ondi (34).

“Kalau malam ini ada sembilan jenazah lagi yaitu atas nama Yafet Yom (73), Yosefin Monim (18), Ningsih M Suebu (40), Kristin Monim (4thn), Arlin Mei Arari (11), Lamek Monim (13), Yubelina Mallo (22), Medius Wenda (20), dan Bochis Wisal (5). Jadi total hari ini ada 14 jenazah yang sudah diidentifikasi,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Po1l Ramon Aminam menambahkan, selain melakukan identifikasi, pihaknya juga baru saja menerima empat kantong jenazah yang dikirim dari Posko Induk pada sore tadi.

“Empat jenazah baru ditemukan Polair dan Tim K9 (anjing pelacak -red) tadi dan langsung dievakuasi ke sini. Dua dari empat korban meninggal ini ditemukan Polair dengan kondisi mengambang setelah terseret lumpur di Danau Sentani. Sedangkan dua lainnya ditemukan Tim K9 dengan posisi mayat tertanam di bawah reruntuhan kayu bercampur lumpur, di sekitar Jalan Kemiri Sentani,” katanya.

Kata Kabid Dokkes, dua dari 14 jenazah yang berhasil diidentifikasi Rabu ini, merupakan bagian dari 40 korban yang sempat direncanakan akan dimakamkan secara massal. Kedua jenazah ini teridentifikasi dari data sekunder berupa benda identik yang digunakan korban, berdasarkan keterangan pihak keluarganya.

“Kami bersyukur karena rencana pemakaman massal itu ditunda sementara waktu. Hari ini kami dapat mengidentifikasi dua dari puluhan jenazah yang belum teridentifikasi sebelumnya,” ujar Kabid Dokkes sembari mengatakan akan berupaya keras melanjutkan proses identifikasi. (*)

Editor: Syam Terrajana

Add Comment