Hari ketiga, 38 jenazah sudah diidentifikasi

Jayapura, Jubi – Hingga Selasa (19/3/2019) pukul 21.00 WP, jumlah jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor yang terindentifikasi tim Disaster Victim Identification Kepolisian Daerah Papua bertambah menjadi 38 jenazah. Lima korban banjir bandang terakhir yang teridentifikasi pada Selasa malam adalah Esrael Kogoya, Ricardo Lepi, Alex Kogoya, Boike Tambatua Sihombing, dan Yosafat Ronaldo Duwiri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Papua Komisaris Besar AM Kamal mengatakan hingga Selasa malam Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura telah menerima 74 jenzah korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 jenazah korban timbunan tanah longsor di Kota Jayapura (total 81 jenazah korban).

Baca Gemuruh murka Robhong Holo

“Hingga Selasa malam, jumlah jenazah korban yang telah berhasil diidentifikasi mencapai 38. Dari 38 jenazah tersebut, 36 sudah sudah dikembalikan kepada keluarganya. Sedangkan dua jenazah lainnya masih di RS karena pihak keluarganya belum mengambilnya,” kata Kamal kepada wartawan, Selasa (19/3/2019) malam.

Kamal menyatakan proses identifikasi pada Selasa diakhiri pukul 20.30 WP, dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (20/3/2019) pagi. “Petugas kami harus istirahat, dan akan dilanjutkan esok pagi. Mudah-mudahan sebelum pukul 10.00 WP kami sudah bisa mengumumkan kembali jenazah yang berhasil diidentifikasi,” ujarnya.

Baca Ketika Robong Holo mengamuk

Menurut Kamal, data posko induk penanganan bencana banjir bandang di Kantor Bupati Jayapura di Sentani telah mencatat penemuan 97 jenazah korban. Akan tetapi, sejumlah jenazah masih dalam proses evakuasi dari lokasi penemuan jenazah, dan belum diterima RS Bhayangkara Jayapura. “Harapannya evakuasi tersebut berjalan dengan lancar sehingga seluruh jenazah korban dapat segera tiba di RS Bhayangkara untuk diidentifikasi,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Rumah Sakit RS Bhayangkara, Ajun Komisaris Besar dr Hery mengatakan pada pukul 20.00 WIT pihaknya berhasil mengidentifikasi lagi lima jenazah korban. Kelima korban itu adalah Esrael Kogoya, Ricardo Lepi, Alex Kogoya, Boike Tambatua Sihombing, dan Yosafat Ronaldo Duwiri. “Jenazah kelima korban diidentifikasi menggunakan data primer (gigi, sidik jari, dan DNA) dan properti yang dikenakkan korban,” ujar Hery. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sumber: Jubi

Add Comment