Air Danau Sentani Meluap, Permukiman Warga Terendam Hingga Satu Meter

TIFAOnline, WAENA— Ratusan rumah warga masyarakat di seputaran Kolam Kangkung Yoka dan Gelanggang Expo Waena terendam hingga 1 meter atau rata dada orang dewasa.

Dimana kawasan permukiman tersebut berada tidak jauh dari tepian Danau Sentani yang menjadi satu – satunya penampuangan air dari banjir bandang yang melanda Kota Sentani dan sekitarnya yang adalah luapan air dari Cagar Alam Pegunungan Cycloop.

Mama Sophia Ohee (gendong anak kecil), rumah dan kerambanya jadi korban luapan air Danau Sentani, tampak rumahnya di bagian belakang yang sudah terendam banjir. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

“saya sudah tinggal di sini sudah bertahun – tahun, rumah saya di tepi danau dan panggung, tapi baru tahun ini saya lihat air Danau Sentani ini meluap sampai 1 meter lebih, karena saya punya rumah panggung saja air naik sampai atas”, kata Sophia Ohee, salah satu warga yang mendiami tepian Danau Sentani di Kampung Yoka, Waena yang juga tidak jauh dari kawasan Gelanggang Expo Waena.

Menurutnya akibat air danau yang meluap dan naik secara drastis sejak Minggu (17/3/2019) kemarin, sehingga beberapa keramba warga sekitar banyak yang terendam atau koyak, sehingga ikan yang belum masuk masa panen akhirnya lepas.

Perumahan BTN Kolam Kangkung Yoka yang sudah di tinggal mengungsi pemiliknya. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

Dari pantauan TIFAOnline salah satu perumahan yang ada di sekitar Danau Sentani yakni BTN Kolam Kangkung yang terdiri dari sekitar 10 unit rumah dan juga beberapa perumahan warga asli lainnya, hampir sebagian besar penghuninya sudah mengungsi ke kerabat.

Beberapa keluarga ada yang masih sempat menyelamatkan harta benda mereka, namun beberapa keluarga yang panik memilikih meninggalkan harta bendanya dan menyelamatkan diri masing – masing.

Terlihat di beberapa rumah masih terlihat mobil dan motor yang di biarkan terendam dalam teras dan pekarangan rumah mereka, namun meski air sudah mencapai 1 meter lebih, masih ada juga beberapa warga masyarakat yang tetap berusaha mengamankan beberapa perabotan mereka di bantu warga setempat yang membuat rakit dari perahu.

Dari pantauan TIFAOnline di lokasi banjir, belum ada tim tanggap darurat yang turun tangan, hanya ada 1 buah longboat besar milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dengan 2 orang petugasnya yang setia mendatangi satu per satu rumah warga membantu mengangkat barang – barang mereka ke tempat yang lebih tinggi.

Dua staff BPBD Kota Jayapura (tidak pakai baju) dengan 1 buah longboad yang sejak kemarin membantu warga yang hendak mengungsi mengangkat barang dan perabotan yang bisa di selamatkan. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

“kami sejak kemarin sudah di sini membantu beberapa warga yang mau mengungsi, karena personel semua dari BPDB Kota Jayapura di kerahkan ke Sentani sejak kemarin”, kata dua orang staff BPBD yang rela berbasah – basah menembus genangan air yang bercampur dengan berbagai macam sampah.

Menurut beberapa warga setempat sebenarnya sejak Minggu (17/3/2019) sore air sudah mulai naik di seputaran Danau Sentani, namun warga masih bertahan dengan harapan akan surut, namun sejak hujan deras semalaman, sehingga ketinggian air naik drastis hingga 1 meter lebih.

Tampak beberapa warga mencoba menyelamatkan barang – barang berharga mereka menerabas genangan air dari Danau Sentani. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

“malam itu kami ada tidur, tidak rasa, bangun pagi, air sudah naik, sebagian besar warga sudah mengungsi, tapi tidak tahu kemana, karena masing – masing cari jalan, kami minta kalau bisa pemerintah buka Posko Pengungsi juga di tepi jalan atas, karena kami tidak bisa tinggalkan rumah jauh – jauh, karena lampu mati, dan kami tidak tahu pencuri bisa saja masuk, juga mau mengungsi ke keluarga tidak ada”, kata seorang ibu yang masih berusaha menyelamatkan beberapa perabotan rumahnya ke tembok rumah yang tinggi sambil menanti longboad datang menjemput, Selasa (19/3/2019).

Danau Sentani dengan luas kurang lebih 9.360 hektar dan ketinggian 75 mdpl adalah satu – satunya “kolam besar” tempat menampung air limpahan dari Cagar Alam Pegunungan Cycloop, dimana danau ini di huni oleh 30 jenis spesies ikan air tawar, dan 4 diantaranya adalah spesies endemik.

Ada sekitar 22 pulau di kawasan Danau Sentani, dan saat ini bisa dikatakan permukiman juga sudah mulai merambah kawasan pesisir Danau Sentani, selain banyak warga masyarakat yang menjadikannya tempat tinggal  juga dijadikan tempat pengembangan keramba dan juga obyek wisata. (walhamri wahid)

Add Comment