Ada pembiaran sampah di Danau Sentani

Sentani, Jubi – Selain kawasan cagar alam yang menjadi perhatian pemerintah daerah, Danau Sentani yang merupakan tempat hidup bagi warga 24 kampung yang tinggal di pesisirnya sedang dalam ancaman sampah yang belum dibersihkan sejak peristiwa banjir bandang 16 Maret lalu.

Yosep Felle, seorang warga Kampung Yahim, mengatakan sampah-sampah itu sudah ada sejak peristiwa banjir bandang lalu dan belum dibersihkan sampai saat ini.

Sebagai warga masyarakat, Yosep mengaku pernah menyampaikan hal ini kepada pemerintah kampung untuk menggerakkan masyarakat untuk membersihkan sampah-sampah yang berada tepat di depan Kampung Yahim.

“Pemandangan yang tidak enak dilihat setiap hari, padahal ini jalur utama penyeberangan bagi warga masyaraat di setiap kampung. Tetapi pemerintah kampung masih saja tutup mata,” ujar Felle, saat ditemui di dermaga Yahim, Sabtu (11/5/2019).

Menurutnya, selama berharap pemerintah kampung atau pemerintah daerah memang agak sulit. Karena memang ada banyak hal yang dipikirkan oleh mereka.

“Pernah ada usul masyarakat untuk membersihkan sampah-sampah itu tetapi sampai saat ini belum direalisasikan,” katanya.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, yang juga anggota DPRD Kabupaten Jayapura, mengatakan tumpukan sampah di Danau Sentani menjadi faktor utama lambatnya air danau surut.

“Semua sampah yang turun dari kota melalui sungai dan dibuang ke danau berupa plastik dan bahan tidak terurui akan menutup pori-pori tanah sehingga menyebabkan air untuk surut akan lebih lama. Oleh sebab itu tidak ada pilihan lain selain dibersihkan,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Add Comment