Ratusan masyarakat Marind-Buti demo di Bandara Mopah

Masyarakat Marind yang melakukan aksi demonstrasi di Bandara Mopah, Merauke, Selasa (20/2/2018) – Jubi/Frans L Kobun
Masyarakat Marind yang melakukan aksi demonstrasi di Bandara Mopah, Merauke, Selasa (20/2/2018) – Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kurang lebih 250 masyarakat Marind-Buti, pemilik tanah ulayat dalam wilayah Kota Merauke, melakukan aksi demonstrasi di Bandara Mopah. Mereka menuntut penyelesaian ganti rugi tanah bandara seluas 60 hektar yang hingga kini belum diselesaikan pemerintah.

Pantauan Jubi, Selasa (20/2/2018), selain orang dewasa, aksi tersebut juga diikuti anak-anak. Alasan orang tua membawa anak mereka agar ingin mengetahui secara pasti dan jelas status tanah bandara yang tak kunjung diselesaikan.

Kedatangan ratusan warga tersebut juga membawa sejumlah spanduk yang isinya mengecam Pemkab Merauke dibawah kepemimpinan Frederikus Gebze-Sularso.

Penanggung jawab aksi demonstrasi, Waros Gebze, menegaskan masyarakat pemilik ulayat dari  tiga wilayah seperti Yobar, Spadem, serta Kaya-Kay sudah melakukan berbagai langkah  untuk bersurat bahkan bertemu Menteri Perhubungan RI. Namun, Pemkab Merauke seperti tak merespon hal ini dengan baik.

“Jadi, hari ini kami datang dan mendesak kepada Bupati Merauke, Frederikus Gebze, memfasilitasi beberapa utusan masyarakat Marind-Buti agar berangkat ke Jakarta sekaligus bertemu dengan menteri terkait,” pintanya.

Dikatakan, tuntutan ganti rugi di atas lahan 60 hektar tersebut adalah Rp 800 miliar. Namun demikian, masih dapat dilakukan negosiasi kembali.

“Kami hanya menginginkan komunikasi dibangun baik terlebih dahulu antara pemerintah setempat bersama masyarakat pemilik ulayat. Sehingga bisa bergerak bersama ke Jakarta meminta penyelesaian ganti rugi,” katanya.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, menegaskan pihaknya merespon apa yang diinginkan masyarakat pemilik ulayat. Sebagai tindaklanjutnya, ia minta beberapa utusan untuk bersama pemerintah ke Jakarta.

“Nanti Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Jakobus Duwir,i akan bertanggung jawab mengurus semuanya untuk berangkat,” ungkapnya.

Namun demikian, pintanya, sebelum berangkat, harus menyiapkan data-data secara lengkap terlebih dahulu. Sehingga pada saat bertemu kementerian terkait, tak ada kesulitan dihadapi. (*)

Add Comment