Omaleng dan Gobai: Freeport harus adil pada Amungme dan Kamoro

John Gobai dan Ferry Omaleng saat Public Hearing bersama rakyat Kamoro di Hiripau, Mimika Papua, Sabtu (3/3/2018) - Jubi/John NR Gobai.
John Gobai dan Ferry Omaleng saat Public Hearing bersama rakyat Kamoro di Hiripau, Mimika Papua, Sabtu (3/3/2018) – Jubi/John NR Gobai.

Jayapura, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua mendesak PT Freeport Indonesia bersikap adil terhadap seluruh rakyat pemilik hak ulayat terutama Amungme dan Kamoro.

“Kami minta Freeport lakukan langkah nyata membantu juga  suku asli Kamoro di Pumako,” tegas Ferry Omaleng kepada Jubi, di Jayapura Senin (5/3/2018).

Kata dia, Freeport jangan hanya membantu lima kampung di Mimika, seperti kampung Nayaro, Tipuka, Ayuka, Koperapoka, dan Nawaripi Baru. Karena warga asli juga ada di Pumako yang bermata pencaharian nelayan, dan mereka membutuhkan bahan bakar, serta perahu yang layak untuk  melaut.

“Kebutuhan mereka saat ini akses untuk mendapatkan BBM. Keterampilan untuk menjalankan usahanya,” katanya .

Masyarakat juga, menurut Omaleng, membutuhkan pasar nelayan yang layak dan yang bisa menarik perhatian pembeli ikan.

Sementara, rekan Ferry Omaleng sesama anggota DPRP, John Gobai mengatakan, perlu adanya aturan khusus yang mengatur nasib para nelayan ini.

“Saya melihat belum ada regulasi yang mengatur nasib nelayan. Kita mesti memikirkan Perdasus yang mengatur hak-hak nelayan asli,” ungkapnya.

Kata Gobai, dirinya pernah membicarakan  masalah ini dengan Gubernur Lukas Enembe yang kini melakukan cuti kampanye. Enembe kata dia, menyarankan pentingnya naskah akademik.

“Saya sudah lapor ke Lukas Enembe, agar segera dibuatkan Pergub tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Tradisional dan wilayah pesisir di Papua,” ujarnya. (*)

Add Comment