Menambang tanpa izin tanah milik ulayat, enam suku datangi DPRD Yahukimo

Masyarakat Yahukimo bersama enam kepala suku dan pimpinan gereja mendatangi kantor DRPD meminta menutup tambang ilegal - Jubi/Ist
Masyarakat Yahukimo bersama enam kepala suku dan pimpinan gereja mendatangi kantor DRPD meminta menutup tambang ilegal – Jubi/Ist

Jayapura, Jubi – Enam suku besar di Yahukimo mendatangi kantor DPRD setempat, untuk menuntut Pemda agar menutup tambang emas ilegal yang dibuka oleh masyarakat Lanny yang mendiami wilayah kampung Mosom II Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo, Senin (20/8/2018).

Pedemo diterima langsung oleh enam anggota DPRD Yahukimo di halaman kantor dan mendengar langsung aspirasi masyarakat Una, Ukam, Momuna, Kopkaka, Bese, Arimtap, Arubkor, dan Mamkor.

Melalui pesan WhatsAppnya Ishak Salak, selaku Komisi A yang membidangi pemerintahan Hukum dan HAM mengatakan menerima aspirasi masyarakat dan akan melakukan koordinasi dengan pimpinan untuk menindaklanjutinya dengan membentuk tim.

“Kami hanya terima aspirasi tapi tidak bisa menanggapi langsung, karena saya hanya anggota dan pimpinan DPRD sendiri belum hadir sehingga tidak menutup kemungkinan akan koordinasi mudah-mudahan akan terjawab semua aspirasi masyarakat,” katanya saat dihubungi Jubi, Selasa (21/8/2018).

Ia juga berharap kepada masyarakat agar tim Pansus yang akan dibentuk nanti dapat bekerja maksimal dan bisa menuntaskan kegiatan tambang emas ilegal ini.

Sementara itu Timeus Aroman, Sekretaris aksi demo mengatakan, jika pernyataan yang disampaikan tidak ditanggapi dan terus masuk, maka masyarakat akan bersikap keras atas orang-orang ini.

“Kami pimpinan gereja bersama kepala suku adat dari empat distrik suku Ukam melarang atas perampasan hak dan merusak lingkungan milik suku Ukam terlebih khusus enam suku di Kabupaten Yahukimo. Dan komponen masyarakat meminta  stop, tutup, dan pulangkan pendulang ilegal tersebut, ke daerah asal mereka masing-masing (*)

Add Comment