Hutan sagu dibabat perusahaan, Pemkab Jayapura diminta menanam kembali

Perusahaan yang membuka lahan dan membabat hutan sagu di Nendali – Jubi/David Sobolim.
Perusahaan yang membuka lahan dan membabat hutan sagu di Nendali – Jubi/David Sobolim.

Jayapura, Jubi Hutan sagu  yang berada di Kampung Nendali dan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mulai dibabat habis oleh perusahaan  furnitur, Nendali City. Sejumlah kawasan bekas penebangan yang seharusnya berdiri tegak pohon sagu sebagai panganan pokok Orang Asli Papua itu, saat ini kondisi lahannya sudah ditimbun dengan pasir.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Satu diantaranya adalah dosen geografi Universitas Cenderawasih Jayapura, Yehuda Hamokwarong. Menurutnya, harus ada rehabilitasi hutan sagu sesegera mungkin.

“Pemerintah perlu memikirkan untuk menanam kembali sagu yang hilang itu, sama dengan daerah yang sudah ditimbun itu berapa hektar? Dan harus ditanam kembali  dengan jumlah hektar yang sama,” kata Yehuda, Senin (19/02/2018) di Jayapura.

Menurutnya, penanaman kembali itu jika dilakukan, diharapkan tidak hanya di kampung Nendali dan Nolokla serta kawasan Hawai saja, tetapi ada tempat yang juga terdampak, yakni di Kampung Harapan. Yehuda menjelaskan, untuk menanam sagu, yang menjadi tempat terbaiknya adalah di kawasan bantaran sungai. Di Kabupaten Jayapura, Kampung Harapan adalah lokasi yang cocok, karena memiliki jarak 2,5 meter dari bibir sungai, sebagai syarat penyerapan air, oleh pohon sagu tersebut.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan  Hidup (WALHI) Papua Aiesh Rumbekwan mengatakan,  hutan sagu menyimpan berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA)  yang selalu dimanfaatkan oleh masyarakat Nendali. Namun, ketika dialihfungsikan maka akan terancam punah.

“Terutama hilangnya potensi sagu sebagai sumber utama pangan lokal masyarakat Nendali, dan perkembangbiakan berbagai jenis ikan di Danau Sentani khususnya di Netar. Hilangnya mata-mata air yang dimanfaatkan  sebagai sumber air bersih oleh masyarakat setempat,” terang Aiesh. (*)

One thought on “Hutan sagu dibabat perusahaan, Pemkab Jayapura diminta menanam kembali

Add Comment