DPMK Provinsi Latih 45 Orang Untuk Pemetaan Parsitipatif Masyarakat Adat

Sekretaris Dinas DPMK dan Kepala Bidang Bina Adat memukul tifa pembukaan pelatihan. /SK
Sekretaris Dinas DPMK dan Kepala Bidang Bina Adat memukul tifa pembukaan pelatihan. /SK

Sentani, SK – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua melaksanakan Pelatihan Pemetaan Partisipatif Masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura.

Sebayak 45 orang ikut serta dalam kegiatan pelatihan selama dua hari (23-24 agustus) yang dlaksanakan disalah satu hotel di Sentani. Kamis (23/8/2018).

Kepala DPMK Provinsi Papua melalui Kepala Bidang Bina Adat Derek Jordan Imbiri mengatakan tujuan kegiatan yang dilaksanakan ini untuk menyiapkan data serta peta yang akan dihimpun oleh para peserta yang mengikuti pelatihan saat ini. “

Ketika sudah ada data dan peta teradap batas-batas tanah yang dimiliki oleh masyarakat adat, maka kedepannya dari sumber daya alam ini dapat difungsikan sebagai sumber pendapatan bagi ekonomi masyarakat di setiap kampung,” jelas Imbiri saat ditemui disela-sela kegiatan tersebut.

Menurutnya, dari pelatihan yang dilakukan ini peserta akan turun langsung untuk mengambil data ditengah masyarakat terkait batas-batas kepemilikan hak ulayat mereka. “

Sebagai sampelnya akan kami kunjungi ke kampung repang muaif dan kampung harapan. Untuk repang muaif kusus tempat pelestarian cenderawasih dan kampung harapan ada saah satu tempat wisata air terjun. Karena pada tempat-tempa ini masih menjadi hak ulayat masyarakat lokal,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Elseng Piter Damtru mengatakan apa yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua merupakan terobosan yang baik bagi masyarakat untuk turut serta dan terlibat secara aktif dalam setiap proses pemetaan yang dilakukan nantinya.

“Yang jelas dalam proses pemetaan ini dilaksanakan secara transparan dan masyarakat pemilik hak ulayat harus dilibatkan untuk pro aktif. Sehingga memudahkan semua proses yang dilakukan,” katanya. (**)

Add Comment