Cagar Alam Cycloop nasibmu kini

Jayapura, Jubi –  Cagar Alam Cycloop kini tengah menghadapi krisis. Bagaimana tidak, cagar alam seluas 31 ribu lebih ini sedang menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang pelik. Mulai dari pembalakan, alih fungsi, pembalakan liar, perburuan satwa hingga berubahnya hutan menjadi pemukiman warga.

Salah satu staf USAID Lestari, Deddy  kepada media di Jayapura, Jumat (23/11/2018) mengungkapkan kondisi Cycloop perlu mendapat perhatian seluruh pihak. Dari data yang dihimpun USAID Lestari, tercatat sepanjang tahun 1990 hingga 2014 terdapat perambahan hutan seluas 2.570 hektare.

“Tetapi pada tahun ini kami belum melakukan analisis namun kita lihat pembukaan lahan mulai marak terjadi dimana-mana dan laju kerusakan sudah luar biasa,” ujarnya.

Dikatakan Deddy, kawasan tersebut makin hari makin rusak akibat ulah manusia. Kini kerusakan tersebut bukan hanya terjadi di kawasan penyangga namun sudah masuk ke kawasan inti atau kawasan “no take zone”.

“Masyarakat adat dan pemilik hak ulayat harus dilibatkan yaitu dengan memberikan akses kepada masyarakat adat untuk melakukan penanaman komoditi lokal mereka diwilayah kawasan peyangga. Hal ini untuk menjadi filter untuk menghentikan pembukaan lahan didaerah kawasan inti tersebut,” ujarnya.

Diakui Deddy, saat ini upaya penurunan angka pembalakan dan perusakan hutan sedang digalakkan. Beberapa pihak diantaranya USAID Lestari, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dan Dinas Kehuatan dalam hal ini pihak Polisi Hutan ssepakat kerjasama mengembalikan ekosistem Cycloop dengan melakukan patroli rutin untuk menindak dengan tegas masyarakat atau siapapun yang melakukan perambahan hutan di daerah cagar alam Cycloop.

Sementara itu, Fryets Felle, penjaga DAS Sentani mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyusun peraturan kampung yang salah poinnya mengatur tentang pengawasan daerah cagar alam Cycloop. Dengan adanya peraturan kampung tersebut pihaknya berharap tidak lagi adanya perambahan hutan di wilayah inti.

“Kalau ada yang berani masuk kami siap bertindak. Kami tidak perduli siapa dia. Ini sudah menjadi komitmen kami. Karena saat ini Cycloop sudah sekarat. Kita bisa lihat, saat musim hujan saja debit air sudah turun apalagi kalau musim kemarau. Ini sumber kita bersama, mari kita menjaganya,” katanya. (*)

Add Comment