Tiga kabupaten di Papua Selatan diingatkan batasi investasi

Tiga kabupaten di Papua Selatan diingatkan batasi investasi
Sejumlah wartawan saat mengikuti jumpa pers  bersama SKP Keuskupan Agung Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Sejumlah wartawan saat mengikuti jumpa pers bersama SKP Keuskupan Agung Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Tiga kabupaten di Papua Selatan yakni Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, diingatkan untuk membatasi investasi yang mengarah kepada pembukaan kawasan hutan dalam skala besar.

Hal itu disampaikan Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, kepada Jubi, Senin (11/12/2017).

Minimal, katanya, pemerintah dari tiga kabupaten itu mengawasi pelaksanaan investasi agar tak menimbulkan konflik di tengah masyarakat adat dan degradasi lingkungan dalam skala luas.

Hal lain yang disampaikan Pastor Anselmus yakni minta pemerintah mengembangkan pangan lokal yang menjamin keberlanjutan budaya masyarakat adat.

Selain itu, pintanya, perlu dilakukan pemetaan wilayah adat batas marga agar terdapat kepastian administrasi wilayah adat di kalangan masyarakat sendiri.

Pator Anselmus menambahkan perlunya sikap tegas pemerintah di tiga kabupaten itu dalam menjamin akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di kampung-kampung.

Sebelumnya, Pastor Pius Manu juga menyoroti investasi yang dilakukan di Kabupaten Merauke. Dimana, sebagian besar hutan milik  masyarakat adat, dibabat hanya untuk pengembangan kelapa sawit.

Dengan semakin luas hutan yang dibabat hanya demi kepentingan investasi, habitat di dalamnya secara perlahan-lahan mulai punah. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment