Raperdasi Kependudukan akan mengatur arus penduduk dari luar Papua

Arus penduduk masuk ke Papua lebih banyak memanfaatkan jasa kapal laut - Dok. Jubi
Arus penduduk masuk ke Papua lebih banyak memanfaatkan jasa kapal laut – Dok. Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Pembentukan Perdasi/Perdasus (BP3) DPR Papua berharap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) pengendalian penduduk bisa disahkan pihak eksekutif dan legislatif tahun ini bersama beberapa Raperdasi lainnya yang drafnya sedang disusun alat kelengkapan dewan.

Anggota BP3 DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan, Raperdasi pengendalian penduduk penting lantaran aturan ini nantinya yang akan mengatur masuknya penduduk dari luar Papua.

“Semoga pada tahun ini Raperdasi pengendalian penduduk itu sudah bisa disahkan. Raperdasi ini penting lantaran akan menjadi acuan mengatur penduduk dari luar Papua yang masuk ke Papua,” kata Natan pekan lalu.

Menurutnya, tak bisa dipungkiri kini arus masuknya penduduk dari luar Papua ke Papua begitu pesat dan gampang. Akibatnya berdampak besar terhadap orang asli Papua. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian.

“Ada kriteria-kriteria yang akan dijadikan pedoman untuk penduduk yang akan datang dan menetap di Papua nantinya. Semua itu akan diatur dalam Raperdasi pengendalian penduduk tersebut,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan anggota BP3 DPR Papua lainnya, Emus Gwijangge. Menurutnya, kini arus penduduk masuk ke Papua begitu pesat. Namun banyak orang yang datang ke Papua tanpa tujuan jelas.

“Makanya perlu diatur. Selama ini orang begitu bebas masuk ke Papua tanpa tujuan jelas. Akibat pesatnya arus penduduk masuk ke Papua mengakibatkan orang asli Papua terpinggirkan,” kata Emus.

Katanya, jika daerah lain di Indonesia seperti Yogya dan lainnya bisa memberlakukan pengendalian penduduk, Papua juga bisa.

“Di Jogja misalnya di sana itu sulit untuk orang dari luar memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai penduduk tetap. Sebelum memiliki KTP penduduk tetap, orang dari luar hanya diberikan semacam ijin tinggal sementara,” imbuhnya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment