Masyarakat adat diminta dukung pembangunan fasilitas umum

Lokasi venue PON 2020 di Sentani, Kabupaten Jayapura yang dipalang masyarakat adat setempat pada bulan Desember 2016 - Dok. Jubi
Lokasi venue PON 2020 di Sentani, Kabupaten Jayapura yang dipalang masyarakat adat setempat pada bulan Desember 2016 – Dok. Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah provinsi Papua meminta masyarakat adat untuk mendukung pembangunan fasilitas umum, salah satunya rencana pembangunan jalur kereta api di Bumi Cenderawasih.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal menilai keberadaan kereta api, bakal sangat monumental sebab akan menimbulkan kesan bersejarah yang membawa perubahan mendasar bagi peradaban umat manusia di Bumi Cenderawasih.

“Makanya, pesan kami kepada masyarakat adat yang tanahnya akan dilewati jalur kereta api agar mengerti,  fasilitas umum ini dibuat bukan untuk satu orang atau pemerintah. Sehingga masyarakat adat juga harus bisa memudahkan pelaksanaannya,” kata Tinal kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Ia berharap, keberadaan jalur kereta api dari Bandara Sentani – Stadion Mandala yang sementara dipersiapkan, dapat membantu pemerintah provinsi untuk mendorong kelancaran transportasi arus barang dan orang, jelang PON 2020.

“Mari kita belajar untuk itu dan harapan kami jangan nanti ada yang ngaku ngaku lagi sebagai kepala suku. Sebab terlalu banyak yang mengaku kepala suku nanti membingungkan pemerintah dan menghambat program itu,” ucapnya.

Tinal katakan, pemerintah provinsi sangat berharap pembangunan jalur kereta api bisa segera dimulai di 2017, untuk itu, Badan Percepatan, Dinas Perhubungan Papua, Kementerian Perhubungan serta dukungan masyarakat adat sangat diperlukan, salah satunya penyelesaian Detail Engineering Design (DED).

“Kami sangat harapkan pembangunan jalur kereta api bisa segera dimulai pada 2017 ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Papua Djuli Mambaya menjelaskan, pembangunan kereta api ringan Sentani – Mandala bertujuan untuk mengantisipasi kegiatan PON XX tahun 2020. Dengan harapan akses sepanjang jalur ini tidak mengalami kemacetan.

Menyinggung soal pembebasan lahan, ia katakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan masalah.

“Kami akan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk pembebasan lahan, agar masyarakat mengetahui, pembangunan rel kereta api ini untuk kepentingan masyarakat dalam rangka memperlancar akses,” kata Djuli. (*)

Add Comment