Legislator minta amankan kawasan penyangga Siklop

Ribuan tanaman vanili yang siap ditanam di kawasan penyangga Siklop – Jubi/Dok.
Ribuan tanaman vanili yang siap ditanam di kawasan penyangga Siklop – Jubi/Dok.

Sentani, Jubi Legislator Kabupaten Jayapura, Yanto Eluay menilai, program menanam bibit vanili dan tanaman lainnya untuk menyangga kawasan Siklop, oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura tak menjawab persoalan sesungguhnya.

Menurut Yanto kawasan ini harus disteril terlebih dahulu dari aktivitas manusia. Dengan itu, apa yang dilakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang mendiami kaki Gunung Siklop, khsusnya Kabupaten Jayapura.

Maka dari itu, ia meminta kepada Pemkab Jayapura agar memperhatikan hak-hak dasar masyarakat lokal.

Dengan melibatkan masyarakat lokal, lanjutnya, segala sesuatu yang dilakukan di kawasan ini dapat berjalan dengan baik.

“Kebutuhan paling final yang diambil dari kawasan ini adalah sumber air minum oleh PDAM. Oleh sebab itu, untuk mengamankan lokasi ini, maka harus dibuatkan pagar hidup, dengan melibatkan masyarakat pemilik hak ulayat. Dengan demikian masyarakat lokal yang sebagai pemilik hak ulayat juga turut bertanggung jawab terhadap kawasan Cagar Alam Siklop ini,” katanya di Sentani, Rabu (8/3/2017).

Ditemui terpisah, Ketua Kelompok Tani Pelangi Kasih Kampung Sereh, Yosep Lens Ondy mengatakan, pemerintah harus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pemilik ulayat kawasan Siklop. Tanpa dukungan pemilik ulayat, maka upaya tersebut akan sia-sia.

“Hanya pemilik ulayat yang tahu situasi dan kondisi tempat ini. Sehingga sangat penting bagi Pemerintah untuk melibatkan mereka. Paling tidak dengan melakukan sosialisasi dan penguatan regulasi terhadap pengawasan kawasan Cagar Alam Siklop, sehingga aktivitas masyarakat yang berdampak kepada kerusakan lingkungan dapat ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment