Kisruh Freeport, Garuda akui adanya penurunan penumpang

Jayapura, Jubi General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Macfee Kindengan mengakui adanya penuruan penumpang dari Timika ke destinasi lainnya. Ia memperkirakan penyebabnnya karena belum adanya kepastian Freeport dengan pemerintah.

“Kalau dari Jayapura normal, sebab mereka dari Biak, Jakarta, Denpasar, ataupun memang tujuannya timika, kalau keluar  dari Timika memang ada penurunan sebab kabarnya banyak pegawai yang dirumahkan sehingga ada penurunan di situ,” katanya kepada Jubi, Kamis (9/3/2017).

Sejauh ini, lanjut Kindengan, penerbangan Garuda masih dirasakan normal dan tak signifikan penurunannya. Jika dirata-rata penerbangan Garuda masih berjumlah 100 orang.

“Untuk menghilangkan rute tentunya akan berpikir ulang, jangan ada masalah begini kita bikin masalah lagi sebab tak hanya pesawat Garuda yang melayani Timika, rencana bisnis Garuda ke depan akan menambah flight langsung Timika – Manado per hari, Nabire-Biak via Timika masih eksis,” ujarnya.

Kindengan berharap masalah pemerintah dengan Freeport segera normal sehingga penerbangan akan normal, karena berdampak pada perekonomian.

General Manajer PT Garuda Indonesia Kantor Cabang Timika, Agung Anugerah, mengatakan, penurunan jumlah penumpang mulai dirasakan sejak awal Februari saat Freeport tidak lagi mengekspor konsentrat dan menghentikan produksinya.

“Sekarang memang lagi musim ‘low session’, namun penurunan jumlah penumpang ini juga tidak lepas dari permasalahan yang terjadi di Freeport, selama ini tiket karyawan yang menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dipesan perusahaan tempat mereka bekerja,” ujar Agung, di kutip dari Tempo.co. (*)

Add Comment