IQ Rendah Penyebab Ketertinggalan Papua

Menurut David Wechsler psikolog Amerika, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

Menurut English & English dalam bukunya ” A Comprehensive Dictionary of Psichological and Psychoalitical Terms” , istilah intellecct berarti antara lain :

  1. Kekuataan mental dimana manusia dapat berpikir ;
  2. Suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang      berkenaan dengan berpikir ( misalnya menghubungkan, menimbang, dan memahami); dan
  3. Kecakapan, terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir; (bandingkan dengan intelligence. Intelligence =intellect).

Menurut kamus WebssterNew Worid Dictionary of the American Language, istilah intellect berarti:

  1. Kecakapan untuk berpikir, mengamati atau mengerti; kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, dan sebagainya. Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauandan perasaan,
  2. Kecakapan mental yang besar,sangat intellegence, dan
  3. Pikiran atau inteligensi.

Menurut Wechler (1958) mermuskaan intelligensi sebagai “keseluruhan ke-m

Ahli psikologi Amerika Donald Templer meneliti dan menyimpulkan bahwa faktor tertinggalnya orang kulit hitam di Amerika dibanding orang kulit putih adalah IQ yang rendah. Misalnya, kalau ada orang kulit hitam yang menjadi olahragawan dan mendapatkan banyak uang, biasanya langsung dihabiskan, itu berbeda dengan orang kulit putih yang cenderung berpikir panjang dan memilih investasi supaya terjadi pelipatgandaan penghasilan. Artinya, walaupun diberikan banyak uang kepada orang kulit hitam, uang-uang itu akan hilang dalam jangka waktu yang pendek, sehingga kemiskinan dan ketertinggalan menjadi mustahil untuk ditinggalkan.

Jika melihat ke negara-negara Afrika, pada umumnya mereka memiliki taraf hidup yang rendah, penghasilan rata-rata penduduk sangat rendah, miskin, tertinggal, edukasi buruk, tingkat criminal tinggi, boros, kebiasaan penduduk tidak berpikir panjang, kecenderungan untuk menyelesaikan permasalahan  dengan mistis dan kekerasan, dan lain sebagainya. IQ rata-rata mereka pun sangat rendah, dibawah angka 78 sampai-sampai adapula yang memiliki angka IQ 60. Sementara beberapa ahli berpendapat bahwa manusia yang memilki IQ di bawah 70 sudah termasuk mengalami cacat intelektual (Intellectual disability).

Faktor IQ berpengaruh di semua negara dan berlaku bagi setiap manusia. Misalnya China yang memilki IQ rata-rata 108 mampu mengalami kemajuan pesat dan memiliki kemampuan kognitif yang luar biasa, kemudian negara Korea maupun Jepan. Ah sudahlah, klik link ini https://iq-research.info/en/page/average-iq-by-country untuk melihat daftar negara berdasarkan IQ rata-rata, dan faktanya adalah setiap negara maju pasti memilki IQ rata-rata tinggi, sementara negara dengan IQ rendah cenderung tertinggal seperti yang telah disebutkan tadi.

PAPUA. Provinsi Papua dan Papua barat adalah kedua provinsi Indonesia termiskin, kualitas hidup paling rendah, mutu pendidikan buruk, angka criminal cukup tinggi, perang suku seringkali terjadi dan layanan kesehatan buruk, angka kematian tinggi dan masih banyak lagi hal buruk.

Penyebabnya tidak lain adalah IQ rata-rata orang Papua yang rendah. Pada awal artikel ini sudah dijelaskan pengertian intelegensia, Anda tahu apa artinya manusia memilki IQ rendah.

 

Siapakah yang harus dipersalahkan?

Banyak orang Papua mencoba memainkan permainan “victim game” atau permainan menjadi korban. Semua ketertinggalan dianggap sebagai kesalahan pemerintah Indonesia dalam menanggani Papua, padahal TIDAK, sementara Papua dianggap sebagai korban.

Papua Nugini memiliki IQ rata-rata 83, sementara Indonesia 87, tetapi berhubung provinsi Papua memilki kesamaan dengan Papua Nugini berarti Papua pun pasti memiliki IQ yang tidak jauh berbeda dengan PNG sekita 82-84.

Dana banyak sudah dialirkan ke tanah Papua, tetapi nyatanya tidak ada perkembangan signifikan dan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat. Ya, sudah disebutkan tadi, memang orang Papua pada umumnya memilki IQ rendah.

Masih banyak orang Papua yang untuk mengambil keputusan (penyelesaikan pendidikan sekolah, mengerjakan tugas sekolah, mabuk atau tidak, seks bebas, narkoba, dan lainnya) dengan sulit memutuskan dan kebanyakan salah memilih, makanya banyak generasi muda Papua tidak bisa menjadi sarjana yang mampu membawa perubahan di Papua. Orang-orang dari pedalaman turun ke kota dan dengan mudahnya mereka mengkonsumsi minuman keras, terlibat dalam kekerasan dan mengalami kesulitan perpikir panjang sehingga menjadi beban dan turut menjadi parasit di perkotaan.

 

SOLUSI!

Ternyata IQ rata-rata orang kulit hitam di Amerika 85 lebih tinggi daripada orang kulit hitam di Afrika <78, hal ini akibat standar pendidikan, lingkungan, dan layanan informasi di Amerika yang tersedia, dan katanya setiap tahunnya rata-rata IQ orang kulit hitam Amerika mengalami peningkatan. Artinya, dengan adanya pendidikan, jangkauan informasi, lingkungan yang baik akan mampu berpengaruh dalam peningkatan IQ . Sehingga, demi kemajuan Papua, orang-orang Papua harus focus mengasah dan meningkatkan mutu diri dengan pendidikan, dengan membaca banyak buku untuk menambah pengetahuan dan membiasakan diri melakukan dan memilih hal-hal yang berpengaruh baik untuk masa depan, ikut seminar, dan memilki rasa ingin tahu yang tinggi.

Sehingga, dengan adanya kesempatan, keputusan akhir kembali pada diri orang Papua itu sendiri untuk mengembangkan diri dan menjadi pembawa perubahan bagi Papua atau TIDAK SAMA SEKALI.ampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. Intelegensi bukanlah suatu yang bersifat kebendaan, melainkan suatu fiksi ilmiah untuk mendiskripsikan perilaku individu yang berkaitan dengan kemampuan intelektual. Dalam mengartikan intelegensi (kecerdasan) ini, para ahli mempunyai pengertian yang beragam.

Lalu untuk mengukur angka intelegensia manusia, dikembangkanlah test IQ. Intelegent quotient atau IQ ialah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang.

Sumber: http://www.cnhblog.com/

 

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment