Dua perusahaan ini ditolak di Nifasi

Dua perusahaan ini ditolak di Nifasi
Areal kolam yang dibongkar oleh PT. Kristalin lalu dibiarkan - Titus Ruban /Jubi
Areal kolam yang dibongkar oleh PT. Kristalin lalu dibiarkan – Titus Ruban /Jubi

Nifasi, Jubi  Dua perusahaan masing-masing PT. Kristalin dan PT. Laba-Laba tidak diterima lagi di Nifasi.

Pasalnya kedua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tersebut, telah meninggalkan areal tambang sungai Musairo sejak 13 September 2017, tanpa memberitahukan pemilik hak ulayat dan masyarakat kampung Nifasi.

Dikatakan Kepala Sub Suku Watee, Kampung Nifasi, Aser Monei, mengatakan dua perusahaan itu sama sekali tidak memberitahu saat keluar areal yang telah dibongkar.

“Tidak jelas mereka keluar ke mana. Langsung berkemas dan jalan (pergi). Kami tidak menerima lagi kehadiran dua perusahaan tersebut,” ujarnya kepada Jubi. sabtu, (16/9/17)

Kata Aser, kedua perusahaan yang pergi tanpa meminta izin tersebut menyepelekan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

“Sudah datang ambil hasil segala macam, buat masalah, lalu tiba-tiba menghilang. Kami tidak izinkan lagi kedua perusahaan itu masuk ke wilayah adat Musairo dan Mirago,” tegasnya.

Seorang warga, Elias Monei, mengatakan kedua perusahaan itu bermasalah di Nifasi.

“Di Musairo dan ada kesalahan besar yakni tidak menormalisasi kembali kolam-kolam yang dibongkar,” katanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment