BBKSDA: Masyarakat jangan jual-belikan satwa dilindungi

BBKSDA: Masyarakat jangan jual-belikan satwa dilindungi
Burung cenderawasih, salah satu satwa langka endemik Papua yang dilindungi namun banyak diperjualbelikan secara ilegal - IST
Burung cenderawasih, salah satu satwa langka endemik Papua yang dilindungi namun banyak diperjualbelikan secara ilegal – IST

Sorong, Jubi/Antara – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua Barat mengimbau masyarakat setempat agar tidak menjualbelikan satwa langka yang dilindungi undang-undang karena ada sanksi hukumnya.

“Masyarakat jangan mau dimanfaatkan oleh pemilik modal untuk menangkap satwa liar yang dilindungi karena jika ketahuan masyarakat terlibat akan diproses hukum,” kata Kepala BBKSDA Papua Barat, R Bassar Manulang, di Sorong, Selasa (12/9/2017).

Dia mengatakan perdagangan satwa liar yang dilindungi di Kota Sorong berdasarkan laporan masyarakat cukup marak. Diduga satwa liar yang dilindungi undang-undang diperoleh para pemodal dari masyarakat dan beraktivitas di hutan.

Menurut dia, ketidaktahuan serta tuntutan ekonomi membuat masyarakat menjual satwa liar yang seharusnya dilindungi sesuai ketentuan undang-undang dan dapat dimanfaatkan sebagai potensi pariwisata.

“Kami terus melakukan patroli untuk mencegah maraknya perdagangan satwa liar yang dilindungi di Kota Sorong, bahkan Papua Barat pada umumnya,” ujarnya.

Patroli tersebut sekaligus memberikan sosialisasi untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang satwa liar yang dilindungi undang-undang serta sanksi pidana bagi yang melakukan perdagangan satwa tersebut.

Ia menyampaikan operasi pencegahan perdagangan satwa liar dilindungi serta sosialisasi sanksi pidananya di wilayah Kota Sorong dua pekan terakhir ini, BBKSDA Papua Barat menemukan puluhan satwa liar yang dilindungi seperti burung cenderawasih, kakatua putih jambul kuning, bayan, buaya, dan berbagai jenis ular atau reptil.

“Puluhan satwa liar tersebut dilepaskan kembali ke alam liarnya. Masyarakat pemilik diberikan peringatan jika kembali mengulangi memiliki bagian memperdagangkan satwa tersebut maka akan diproses sesuai ketentuan undang-undang,” ungkapnya. (*)

 

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment