Balai Bahasa terbitkan 6 kamus bahasa daerah Tanah Papua

Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko menunjukan salah satu kamus dwibahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin. Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko menunjukan salah satu kamus dwibahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin. Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko menunjukan salah satu kamus dwibahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin. Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko menunjukan salah satu kamus dwibahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin.
Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko menunjukan salah satu kamus dwibahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin. Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko menunjukan salah satu kamus dwibahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin.

zJayapura, Jubi Balai Bahasa Papua dan Papua Barat telah menerbitkan enam kamus bahasa daerah Tanah Papua. Hal ini dikatakan Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko kepada Jubi di Jayapura, Kamis (4/5/2017).

“Kami sudah terbitkan enam kamus bahasa daerah, enam kamus tersebut ada yang kami kerjakan sendiri, namun ada juga kami menggandeng pemerintah daerah dan Badan Bahasa pusat,” katanya.

Sanjoko menambahkan, enam kamus dwibahasa tersebut adalah Kamus Dwibahasa Iha (Bahasa Indonesia-Iha), Kamus Dwibahasa Biak (Biak-Indonesia), Kamus Dwibahasa Skouw (Skouw-Indonesia), Kamus Dwibahasa Namla (Namla-Indonesia), Kamus Dwibahasa Kinam-Sota (Kinam-Indonesia), dan Kamus Dwibahasa Kentuk Gresik (Kentuk-Indonesia).

“Kalau yang masih dalam proses pengerjaan saat ini adalah Kamus Dwibahasa Tobati (Tobati-Indonesia), mudah-mudahan dalam tahun ini sudah rampung dan siap diluncurkan,” ujarnya.

Terkait penyebaran kamus-kamus dwibahasa tersebut, Sanjoko mengatakan pihaknya hanya menyebarkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi, kabupaten, dan kota serta perpustakaan di seluruh kabupaten dan kota di Papua dan Papua Barat.

“Selanjutnya, tergantung dinas apakah kamus tersebut diturunkan dan menjadi bahan pelajaran di tingkat sekolah atau tidak, namun kami berharap kamus tersebut berguna untuk mempertahankan bahasa daerah milik pulau Papua ini yang kini sudah mencapai 372 bahasa daerah,” ujarnya.

Pengkaji Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Ely Maramuri mengatakan, jika nilai-nilai bahasa daerah dipertahankan maka anak-anak akan memiliki banyak ragam bahasa yang dikuasainya.

“Misalnya satu keluarga kawin campur, bapak orang Jawa, mama orang Papua, nah, anak-anak harus diajarkan kedua bahasa tersebut, yaitu bahasa Jawa dan Papua, maka anak-anak kita akan kaya dengan bahasa dan bisa menguasai bahasa Jawa, Papua, Indonesia dan kalau di sekolah diajarkan bahasa Inggris, sudah ada empat bahasa yang bisa dikuasai oleh anak-anak kita, ini yang harus kita dorong,” katanya. (*)vJayapura, Jubi – Balai Bahasa Papua dan Papua Barat telah menerbitkan enam kamus bahasa daerah Tanah Papua. Hal ini dikatakan Koordinator Pemetaan Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Yohanis Sanjoko kepada Jubi di Jayapura, Kamis (4/5/2017).

“Kami sudah terbitkan enam kamus bahasa daerah, enam kamus tersebut ada yang kami kerjakan sendiri, namun ada juga kami menggandeng pemerintah daerah dan Badan Bahasa pusat,” katanya.

Sanjoko menambahkan, enam kamus dwibahasa tersebut adalah Kamus Dwibahasa Iha (Bahasa Indonesia-Iha), Kamus Dwibahasa Biak (Biak-Indonesia), Kamus Dwibahasa Skouw (Skouw-Indonesia), Kamus Dwibahasa Namla (Namla-Indonesia), Kamus Dwibahasa Kinam-Sota (Kinam-Indonesia), dan Kamus Dwibahasa Kentuk Gresik (Kentuk-Indonesia).

“Kalau yang masih dalam proses pengerjaan saat ini adalah Kamus Dwibahasa Tobati (Tobati-Indonesia), mudah-mudahan dalam tahun ini sudah rampung dan siap diluncurkan,” ujarnya.

Terkait penyebaran kamus-kamus dwibahasa tersebut, Sanjoko mengatakan pihaknya hanya menyebarkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi, kabupaten, dan kota serta perpustakaan di seluruh kabupaten dan kota di Papua dan Papua Barat.

“Selanjutnya, tergantung dinas apakah kamus tersebut diturunkan dan menjadi bahan pelajaran di tingkat sekolah atau tidak, namun kami berharap kamus tersebut berguna untuk mempertahankan bahasa daerah milik pulau Papua ini yang kini sudah mencapai 372 bahasa daerah,” ujarnya.

Pengkaji Bahasa, Balai Bahasa Papua dan Papua Barat Ely Maramuri mengatakan, jika nilai-nilai bahasa daerah dipertahankan maka anak-anak akan memiliki banyak ragam bahasa yang dikuasainya.

“Misalnya satu keluarga kawin campur, bapak orang Jawa, mama orang Papua, nah, anak-anak harus diajarkan kedua bahasa tersebut, yaitu bahasa Jawa dan Papua, maka anak-anak kita akan kaya dengan bahasa dan bisa menguasai bahasa Jawa, Papua, Indonesia dan kalau di sekolah diajarkan bahasa Inggris, sudah ada empat bahasa yang bisa dikuasai oleh anak-anak kita, ini yang harus kita dorong,” katanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment