Western Australia Synod : Sebanyak 45 Pemuda Papua Pernah Magang Di Australia

Jayapura, Jubi-Kerja sama antara Gereja Kristen Injili(GKI) di Tanah Papua dengan Uniting Church of Australia, Western Australia Synod(Persekutan Gereja Protestan Australia, Sinode Australia Barat) sudah memiliki hubungan yang terjalin lama dengan GKI di Tanah Papua.

“Kerjasama tersebut sudah terbentuk sejak tahun 2006 dan hingga saat ini dari program tersebut sudah mengirim kurang lebih 45 pemuda Papua untuk melakukan di magang di bebrapa kota di Australia seperti di Brisbane, Perth dan Adelaide sejak tahun 2008,”kata . tim dari Gereja Australia Barat David, Ross, Jan dan Katty dalam kunjungannya ke GKI Lembah Yordan Organda, Kota Jayapura, Sabtu(18/6.2016) sebagaimana dalam press release dari Persekutuan Pemuda GKI Lembah Yordan, yang diterima Jubi, Senin(20/6/2016).

Fred Bundah dalam keterangan pers menyebutkan bahwa program ini dinamakan APCEP (Australian Papuan Culture Exchange Program). APCEP bertujuan agar anak-anak Papua dapat memiliki kesempatan untuk belajar kebudayaan luar negeri terutama di negara Australia yang berlangsung selama tiga bulan. “Selain itu juga anak-anak Papua juga dapat membangun relasi dan jaringan dengan orang-orang di Australia,”katanya.

Dikatakan Jemaat GKI Lembah Yordan merupakan salah satu anggota GKI di Tanah Papua dan telah membuka kelas bahasa Inggris, sehingga mendapat kunjungan dari tim tersebut. Adapun tujuan dari kunjungan ini adalah untuk membangun kepercayaan diri bagi anak-anak muda untuk dapat berkomunikasi dengan orang asing, memotivasi para muda agar tetap belajar mengembangkan kemampuan bahasa Inggris, dan juga diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi program APCEP di tahun-tahun yang akan datang.
Ketua Majelis Jemaat GKI Lembah Yordan Pdt. S. Mandibondibo, S. Theol mengajak seluruh anak-anak remaja dan pemuda jemaat GKI Lembah Yordan agar terus dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris. “Karena kemajuan global dan persaingan di dunia kerja menuntut kita harus memiliki kemampuan yang lebih dan salah satunya yaitu kemampuan dalam bahasa Inggris,”katanya.

Sementara itu Yudistra Suoth Sekretaris Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Lembah Yordan mengatakan antusiasme yang kuat dari para remaja dan pemuda dalam melakukan percakapan. Kata dia mereka dapat mengungkapkan kemampuan dalam berbahasa Inggris walaupun belum sempurna akan tetapi tujuan dari kunjungan ini dapat tercapai dimana mereka dapat membangun kepercayaan diri untuk berlomunikasi dengan otang asing walaupun masih memiliki kemampuan bahasa Inggris yang secukupnya.
“Harapan kami kiranya hal tersebut dapat ditiru oleh jemaat-jemaat lainnya sehingga gereja juga ikut berperan dalam membangun kualitas SDM yang dapat berkompetisi di dunia yang maju saat ini,”katanya.(*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment