Wagub : Orang Indonesia yang kerja di Freeport stop bikin aneh-aneh

 

 Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal - Jubi/Alexander Loen
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal – Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal meminta orang Indonesia yang bekerja di PT. Freeport untuk tidak berulah dengan melakukan hal yang aneh aneh.

Hal tersebut dilontarkan Klemen Tinal menanggapi proses persidangan pajak antaran Pemerintah Provinsi Papua dan PT Freeport Indonesia yang sampai saat ini belum juga terselesaikan dan masih berguir.

“Saya minta jangan orang orang yang bekerja disana berbuat hal hal yang aneh, mungkin itu pesan saya,” kata Klemen Tinal Kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Ia menilai, sebagi perusahaan internasional, Freeport selalu mengikuti peraturan, bahkan sampai peraturan RT.

“Permintaan saya jangan orang Indonesia yang bekerja di Freeport bikin aneh-aneh,” katanya lagi.

Sementara terkait keinginan Freeport untuk perpanjang proses Amdal, ujar Tinal, harus ada komunikasi negosiasi yang menempatkan kedua belah pihak dalam posisi menang (win win solution).

“Freeport boleh memperpanjang Amdal, tapi harus berbuat sesuatu untuk masyarakat di Provinsi Papua,” ucapnya.

Saat ditanya soal dampak lingkungan, kata Wagub Tinal, hal itu sudah masuk dalam persoalan teknis. “kalau bicara soal kasat mata kan rusak, namun pasti pendapat ahli beda lagi. Sebab hal sederhana saja bisa berbeda,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar di Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters menilai, PT Freeport Indonsia sudah berbuat banyak untuk Papua.

“Saya sudah meninjau langsung bagaimana Freeport beroperasi serta program yang dilakukan untuk provinsi, seperti Cooporate Social Responsibility (CSR), bidang pendidikan dan penduduk serta melihat banyak hal baik yang dilakukan untuk Papua,” kata McFeeters. (*)

 

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment