Unipa Dorong Pertanian Organik di Pegaf

SAPA (MANOKWARI) – Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Provinsi Papua Barat mendorong pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak untuk mengembangkan pertanian organik.

Dekan Fakultas Pertanian Unipa Agus Sumule di Manokwari, Minggu, mengatakan beberapa kali penelitian dilakukan Unipa di daerah yang memiliki potensi pariwisata pegunungan tersebut.

“Saat ini kami dilibatkan pemerintah Pegunungan Arfak untuk menyusun rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang. Intinya, pertanian yang dikembangkan di sana harus konsisten dengan status wilayah tersebut,” katanya.

Dia menyebutkan, sebagian besar dari wilayah Pegunungan Arfak adalah kawasan hutan lindung. Sehigga pertanian harus mengikuti pola tersebut.

Pengembangan tanaman organik sebagai upaya untuk memastikan bahwa kegiatan pertanian di daerah tersebut tidak merusak status kawasan.

“Menurut kami tidak perlu ada hal-hal yang baru, karena masyarakat selama ini sudah menerapkan pola organik, tinggal kita kembangkan pada skala yang lebih besar dan berorientasi pasar,” ujarnya.

Pola pertanian organik yang diterapkan masyarakat setempat harus terus dilanjutkan. Selain ramah lingkungan, harga produksi pertanian organik lebih tinggi di pasaran.

“Masyarakat tidak perlu beli pupuk kimia, sehingga dari segi biaya akan lebih murah. Tentu hal ini bisa menekan biaya operasional petani,” ujarnya.

Selain sayur-mayur, pihaknya menyarankan pemerintah daerah mengembangkan perkebunan kopi. Dia menyakini pohon kopi lebih aman bagi lahan dan memiliki nilai jual tinggi.

Produksi sayur dari petani lokal Pegunungan Arfak selama di pasarkan di beberapa daerah Papua Barat. Manokwari, menerima paling banyak pasokan sayur dari wilayah tersebut.

Agus menyarankan pemerintah menyiapkan alat pendingin berukuran besar di Manokwari. Ini bertujuan untuk menyimpan sayuran yang dibawa masyarakat dari wilayah tersebut agar tidak mudah rusak.

“Selama ini selain bertani masyarakat juga menjual sendiri hasil produksi pertanianya. Mereka sering mengalami kerugian karena sayur mereka rusak dan membusuk,” sebutnya.(Ant)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment