Transportasi Sulit, Masyarakat Di Pedalaman Merauke Tak Bisa Urus E-KTP

Merauke, Jubi – Masyarakat di sejumlah kampung terutama di daerah pedalaman, tak bisa ke distrik atau kota untuk mengurus e-KTP. Karena transportasi yang sangat jauh, termasuk biaya sewa speedboat yang mahal.

“Kita tak bisa memaksakan masyarakat datang ke distrik atau kota mengurus e-KTP, lantaran jangkauan yang sangat jauh. Belum lagi mereka berpikir ongkos dengan menyewa spead boat. Karena satu-satunya transportasi adalah jalur laut,” ujar Kepala Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Kependudukan Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Merauke, Agus Pandiyono kepada wartawan Jumat (19/8/2016).

Beberapa tahun silam, staf dari Dispenduk langsung ‘menyisir’ dari satu kampung ke kampung lain dengan membawa peralatan seperti genzet, alat perekam serta kamera untuk mengambil gambar dan biodata warga di kampung.

Hanya saja, jelas dia, anggaran yang dibutuhkan sangat besar hingga mencapai Rp1,4 miliar. Sehingga untuk sementara waktu, pelayanan ke kampung-kampung, tidak dilaksanakan terlebih dahulu. Namun demikian, di ibukota distrik tetap berjalan sebagaimana biasa.

Kepala Dinas Capil dan Kependudukan Kabupaten Merauke, Dominikus Yomkondo mengakui juga pelayanan e-KTP di distrik tetap berjalan sebagaimana biasa. “Memang ada laporan juga jika masyarakat enggan ke distrik,” ujarnya.

“Saya memahami kalau kendalanya adalah biaya. Apalagi transportasi yang sangat sulit dijangkau dari kampung ke ibukota distrik,” tuturnya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment