TNI Bangun Jalan Sepanjang 278 Km di Pedalaman Papua

Senin, 13 Juni 2016 – 16:02 wib, OKEzone

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memerintahkan prajurit Angkatan Darat (AD) membangun jalan sepanjang 278,6 kilometer dari Wamena menuju Mamugu, Provinsi Papua. Jalan Wamena-Mamugu yang melewati hutan rawa dan melalui 40 sungai itu sudah mulai dikerjakan sejak Januari 2016.

Gatot juga menginstruksikan anak buahnya untuk membangun dua dermaga di Mamugu dan Batas Batu agar nantinya kapal berbobot 300 ton bisa masuk ke Mamugu. Sedangkan di Batas Batu bisa masuk kapal seberat 150 ton.

Zeni AD menjadikan pembangunan Jalan Wamena-Mamugu sebagai prioritas utama kegiatan 2016. Desain konstruksi jalan adalah lebar total 11 meter, badan jalan 6 meter, bahu jalan 3 meter (1,5 meter kanan dan kiri) serta drainase 2 meter (1 meter kanan dan kiri).

Total kekuatan yang dikerahkan jajaran Zeni AD sejumlah 394 personel dengan komposisi pimpinan organisasi pelaksana 1 (POP-1), Mayor Czi Rahman Hakim yang terdiri dari Denzipur-13 /PPA Sorong dan Denzipur-12/OOH. Mereka mengerjakan ruas Jalan Wamena-Habema dan Habema-Mbua.

Sedangkan POP-2, Letkol Czi Djoko Rahmanto dari Yonzipur-18/ YKN Kodam IX Udayana Bali mengerjakan ruas Jalan Mbua-Mugi dan Mugi-Paro. Sementara POP-3, Letkol Czi Fauzan Fadli dari Yon Zikon-14 Lenteng Agung Jakarta, mengerjakan ruas Jalan Paro-Kenyam dan Kenyam-Mamugu, dengan kekuatan tiap POP berjumlah 107 personel sudah bisa menyelesaikan pekerjaanya sekira 80 persen.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (13/6/2016), prajurit TNI membeberkan hambatan yang dialami yakni sulitnya pendistribusian logistik berupa makanan, material, bahan bakar minyak dan lain-lain. Pendistribusian dengan helikopter sendiri juga sangat tergantung pada cuaca.

Kegiatan pembangunan ruas Jalan Wamena-Mamugu itu melibatkan 128 unit alat berat.

“Saya berharap, jalan ini dari Wamena ke Goa, Goa ke Mugi, Mugi ke Kenyam di Kabupaten Kenyam. Sebelum dibangun jalan kami menuju tujuan Selarna tiga hingga empat hari dengan membawa bekal makanan dan sekarang setelah dibangun jalan selama perjalanan menjadi satu hari karena sudah bisa menggunakan mobil,” kata Zakarya Lokbere, seorang tokoh masyarakat setempat.

(sal)

Add Comment