Tengkorak Papua di Museum Louvre Perancis

Jumat, 10 Juni 2016 18:43 WIB, Laporan Langsung Wartawan Tribun Deny Budiman di Perancis

PATUNG NIAS
PATUNG NIAS- Seorang pengunjung sedang mengamati patung leluhur dari Nias di museum Louvre, Rabu (8/6). Sedikitnya ada empat koleksi patung asal Indonesia di museum terbesar di dunia ini.

TRIBUNNEWS.COM, PERANCIS – Ada hampir 35 ribu koleksi seni bersejarah tersimpan di Museum Louve di Paris, Prancis. Koleksinya berasal dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Amerika Selatan, Eropa, sampai Australia. Tapi adakah di antaranya yang berasal dari Indonesia?

Pertanyaan itu mengusik rasa penasaran saya begitu memasuki museum yang terletak di Rive Droite Seine, arondisemen pertama di Paris ini. Bangunan sangat megah yang awalnya merupakan benteng di abad ke-12 saat diperintah Raja Phillip II ini memang mungkinkan menampung puluhan ribu koleksi seni mancanegara karena berada di area seluas hampir 60 ribu meter.

Tapi tak mudah untuk bisa menemukan karya seni asal Indonesia di sini. Tanpa bantuan peta informasi , yang disediakan gratis di bagian informasi, niscaya kita akan butuh waktu berhari-hari untuk bisa menemukannya.
Gedung bekas istana raja-raja Prancis di abad pertengahan ini dibagi menjadi tiga bagian utama: denon wing, sully wing, dan Richeliu Wing, yang kemudian dibagi lagi dalam dua kategori umum yakni berdasar periode pembuatan, dan berdasar wilayah geografis.

Nah, petunjuk yang mengarah kepada karya seni asal Indonesia berasal dari kategori wilayah dimana dimasukkan dalam karya seni asal Afrika, Asia, Oseania, dan Amerika selatan.

Lokasi area ini berada di ujung paling sebelah kanan dari area pintu masuk. Terletak di lantai bawah di area denon wing. Masuk ke area ini suasana terasa hening karena hanya ada satu atau dua pengunjung yang terlihat. Seorang penjaga, perempuan tua berseragam biru, yang duduk di ruangan itu pun terlihat tertidur pulas di kursi. Suasana ini sangat kontras dibandingkan dengan area lain yang dijejali para pengunjung, terutama di ruang enam tempatnya lukisan Mona Lisa dipajang.

Di bagian dengan ruangan, banyak dipajang karya-karya patung dari wilayah Afrika. Di area ini memang hampir semua karya seni berupa sculpture yakni patung dari pahatan kayu, atau batu. Baru di kawasan Amerika Selatan ada terlihat beberapa karya seni berupa lukisan.

Masuk lebih ke dalam lagi, barulah kita akan menemukan hasil karya seni dari Indonesia. Sepanjang yang saya dapati jumlahnya ada empat buah. Dua dari kepulauan Nias, satu dari Toba batak, dan satu lagi dari Papua. Semuanya merupakan karya seni dari abad 18, dan 19.

Yang dari Nias, yang pertama berupa pahatan kayu sebagai penghormatan untuk kepala suku Gowe Salawa dari abad 19. Yang kedua adalah patung kayu leluhur Adu Zatua yang juga dari abad 19. Dari Toba, Batak merupakan pahatan yang datang dari abad ke-15. Tak ada deskripsi lebih jauh dari patung kayu orang sedang berdiri dengan kaki rapat, dan lutut menekuk serta kedua tangan disatukan di depan dada ini.

Yang paling menarik adalah karya seni dari Papua. Berasal dari abad ke-18, berupa patung kayu orang yang sedang duduk dengan kedua tangan seakan memegang perisai dari kayu. Nah, bagian kepala dari patung tersebut berupa tengkorak manusia! Ditulis dalam keterangan, patung itu merupakan relik atau peti jenazah Korwar atau leluhur.

Ditulis juga, patung korwar ini merupakan hasil temuan dari ekspedisi Duperrey pada 1824. Patung leluhur ini biasanya disimpan di goa-goa, dan menjadi sesembahan kerabat mereka yang masih hidup.

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment