Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Diresmikan

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) skala perumahan di Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (22/6/2016).

Saat yang sama ia juga membagikan alat-alat kebersihan kepada warga, kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Gereja.

“Ini membantu kota untuk kebersihan Kota Jayapura karena sampah yang kita kelola ini juga akan berdampak pada nilai ekonomis,” katanya.

“Pemerintah kota juga sudah punya bak sampah jadi apabila ada masyarakat bawa botol plastik itu kita tukar dengan uang. Kantornya ada di samping kantor walikota,” lanjutnya.

Menurut dia sampah-sampah bisa didaur ulang. Oleh karena itu, ia meminta kepada Dinas Kebersihan dan Pemakaman agar melakukan sosialisasi kepada warga ihwal daur ulang sampah.

Disebutnya hanya tujuh dari 300 lebih kabupaten/kota yang terpilih untuk penangan kantong plastik berbayar, termasuk kota Jayapura menjadi contoh.

“Kita sudah lakukan komunikasi harganya Rp 200. Kami sudah mengundang mal besar seperti Mega, Saga dan Hypermart. Kita sudah menurunkan untuk penanganan plastik prabayar sangat maju mendapat jangkauan dari dewan pakar bagaimana saya menata Kota Jayapura dari segi lingkungan hidup dengan baik,”

katanya.

Ia juga meminta dinas terkait agar melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua.

Ia juga mengatakan dulu kota Jayapura indah, bersih berbagai jenis burung, kupu-kupu dan kera berekor panjang ada di kota ini. Namun kini sudah punah.

“Saya tidak mengejar adipura, piala adipura itu hanya sasaran saja. Tapi harapan saya adalah penanaman nilai-nilai kehidupan di hadapan masyarakat kota bisa taat dan cinta pada lingkungan dan ada nilai-nilai kemanusiaan yang jaga oleh masyarakat misalnya mencintai lingkungan taat membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kota ini bersih dan indah itu cita-cita saya,”

katanya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pemakaman Kota Jayapura, Jakobus Itaar mengatakan Kota Jayapura dengan jumlah penduduk 41.453 jiwa ini menghasilkan 1.375 ton sampah per hari.

“Itu sampah organik dan anorganik dan sampah itu 50 % kami buang di tempat pembuangan sampah dan 50 persen itu kami kelola,” katanya.

Pihaknya bahkan sudah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Koya Koso, Distrik Muaratami untuk dicanangkan limbah dan pengelolaan sampah. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment