Tanzania Khawatir Spesies Ikan Di Danau Air Tawar Berkurang

Arusha, Tanzania, Jubi – Pemerintah Tanzania pada Selasa (6/4/2016) menyampaikan keprihatinan mengenai berkurangnya stok ikan di danau air tawar Babati di bagian utara negeri itu.

Pemerintah di Arusha menuding penangkapan ikan secara berlebihan serta penggunaan alat penangkap ikan yang tidak sah sebagai penyebabnya.

Danau Babati, yang berada di wilayah Manyara Tanzania Utara, sangat terpengaruh, kata Crispin Meela, Komisaris Kabupaten Babati (DC).

“Kami telah mengundang para peneliti dari Lembaga Penelitian Marga Satwa Tanzania (TAWIRI) untuk menyelidiki mengapa simpanan ikan berkurang di Danau Babati, sedangkan jumlah kuda nil bertambah,” kata Komisaris tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi (7/4/2016).

Ia menambahkan para peneliti itu juga akan mengerjakan danau lain seperti Burunge dan Manyara.

“Kami ingin mengetahui hubungan dengan berkurangnya stok ikan dan bertambahnya jumlah kuda nil. Para peneliti akan memberitahu kami apa yang harus dikerjakan untuk mendorong simpanan ikan di danau air tawar,” Meela menambahkan.

Danau Babati menghasilkan ikan nila, ikan lele, dan udang, rata-rata 53 ton per tahun, kendati dalam beberapa tahun belakangan stok hewan tersebut terus berkurang, sehingga membahayakan kehidupan warga di daerah tersebut.

Komisaris Meela juga mengatakan selama bertahun-tahun, dua sumber air itu harmonis “sebab pemerintah telah melancarkan tindakan untuk menambah stok ikan di danau termasuk penghentian kegiatan penangkapan ikan selam enam bulan antara Januari dan Juni setiap tahun”.

Ia menambahkan bertambahnya jumlah kuda nil telah mulai menimbulkan ancaman buat orang yang tinggal di dekat danau tersebut, sebab sebagian sumber daya air itu berkeliaran ke luar kolam air untuk mencari padang rumput.

Danau tersebut adalah sumber utama ikan, jalur lain penghasilan yang menguntungkan dan menggerakkan ekspor dari Kabupaten Babati.

Di tingkat nasional, sektor perikanan mempekerjakan lebih dari empat juta orang. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment