Suku Biak Memiliki Trasisi Unik Terapkan Bahasa

Manokwari- Nenek moyang masyarakat suku Biak, Papua memiliki tradisi unik dalam menerapkan istilah bahasa pada benda dan tempat.

Dekan Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Andreas Deda di Manokwari, Rabu, mengatakan hal ini terungkap dari hasil penilitian yang dilaksanakan salah satu mahasiswanya Lane Lea Roselin Wamrau pada studi akhir strata satu.

Hasil penelitian tersebut, membawanya memperoleh predikat sangat memuaskan dan menjalani wisuda bersama 418 mahasiswa Sarjana, Magester Diploma III dan II, (24/8).

Dia mengatakan, diakhiri studinya Lane mengambil judul Etnolinguistic Knowladge of Biak Relating to Chane and the Given Name of Regencies on the Coastal Area of Northeren.

Obyek penelitian itu dilaksanakan wilayah pantai utara yang meliputi wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat. Lokasi penelitian itu merupakan wilayah ekspansi para nenek moyang suku Biak dalam mengarungi laut dan pulau-pulau.

Dia menyebutkan, dari penelitian tersebut terungkap bahwa para nenek moyang suku Biak yang suka mengarungi lautan memiliki tradisi dalam memberikan nama perahu dan tempat. Orang-orang suku Biak kala itu memiliki motivasi unik dalam memberikan nama setiap benda.

Sesuai hasil penelitian tersebut, lanjutnya, pemberian nama yang dilakukan leluhur masyarakat biak ini sebagai bentuk penghargaan serta cara mereka untuk mempermudah interaksi dengan alam.

“Ini merupakan penelitian yang menarik dan belum pernah dilakukan mahasiswa sebelumnya,” katanya.

Dia menilai, Lane merupakan salah satu mahasiswinya yang memiliki perhatian cukup tinggi terhadap budaya Papua. Wanita ini berusaha membuka kembali dokumen sejarah yang telah lama terpendam.

Dia berharap, hasil studi ini tidak hanya memperkaya perpusatakaan kampus melainkan bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat Biak untuk mengenal sejarah moyangnya, terutama terkait budaya kemaritiman yang melekat pada suku tersebut.

“Misalnya tentang cara orang biak dahulu dalam memberikan nama perahu. Perahu perang dan perahu untuk mencari ikan memiliki istilah yang berbeda, dan sekarang banyak perahu yang sudah tidak dipakai,” ujarnya lagi.

Sebanyak 419 mahasiswa Unipa kemarin menjalani wisuda termasuk Lane. Dari 419 orang tersebut, 15 diantaranya Magister, 238 Sarjana, 118 Diploma III dan 48 Diploma II Sebanyak 26 mahasiswa memperoleh predikat cum laude, 252 sangat memuaskan dan 141 memuaskan.

Wisuda ini diikuti lulusan dari Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Peternakan, Fakultas Matematikan dan Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sastra dan Budaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan), serta Fakultas Teknologi Pertanian.(ant/don)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment