Setelah Digerebek Ternyata Tuan Rumah Simpan Hewan yang Begitu Indah

Setelah Digerebek Ternyata Tuan Rumah Simpan Hewan yang Begitu IndahJawaPos.com Sejumlah petugas dari BBKSDA Provinsi Papua tiba di lokasi setelah menerim alaporan masyarakat terkait adanya aktifitas penampungan satwa dilindungi. Setelah dilakukan penyelidikan di sebuah Rumah bercat biru yang berada di pojokan tak jauh dari rumah dinas Wakakesdam XVII Cenderawasih Dok V Jayapura Utara, Rabu (14/12) ternyata informasi tersebut benar dimana petugas BBKSDA yang menelusuri dinding samping rumah ternyata menemukan sejumlah burung dilindungi termasuk Burung Cenderawasih yang masih hidup.

Dilansir dari Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), puluhan ekor burung dilindungi ini disinyalir akan dijual kembali dan pemilik rumah berinisial MS. Petugas kehutanan sendiri mendatangi lokasi mulai pukul 16.00 WIT namun terus dipersulit pemilik rumah.

Sang istri yang tinggal sendiri di rumah berdalih sang suami belum pulang sehingga pintu yang sempat dibuka kembali ditutup rapat. Meski upaya persuasif terus dilakukan dengan meminta pemilik rumah membuka pintu samping yang berisi puluhan burung dilindungi ini ternyata tak digubris.

Pintu tetap dikunci. Karena dianggap menghalang-halangi akhirnya petugas memilih untuk mengecek ke jendela belakang untuk memastikan informasi yang diperoleh tak salah.

“Operasi yang kami lakukan adalah melakukan upaya paksa terhadap satwa dilindungi sebab sebelumnya kami memperoleh informasi adanya aktifitas menampung satwa dilindungi,” kata Kabid Perlindungan dan Konservasi Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Yohanis S Huik di sela-sela operasi.

Ia pun bisa memastikan setelah mendengar suara dan mengintip dari celah bangunan  tersebut ternyata benar ada puluhan burung yang sudah berada dalam krangkeng. “Untuk jenisnya ada nuri kepala hitam, cenderawasih kecil atau  Paradiseae minor, kakak tua jambul kuning dan kakak tua raja. Ini semua dilindungi,” kata Huik.

Dari perbuatan yang dilakukan dikatakan pelaku bisa dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservsi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dengan pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

Petugas sendiri baru berhasil masuk dan mengeluarkan puluhan satwa dilindungi ini sekitar pukul 19.30 WIT setelah sebelumnya penghuni rumah ngotot tidak membukakan pintu. Kata Huik jumlah operasi saat ini termasuk yang terbesar apalagi disinyalir burung-burung ini akan diperjual belikan termasuk pesanan pihak tertentu.

“Ini yang akan kami kembangkan apakah ada jaringan lain sebab kami duga ini sudah lama dilakukan,” tegasnya.
(ade/nat/sad/JPG)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment