Registrasi online peta wilayah adat Jayawijaya bisa jadi model untuk Papua

Peta tujuh wilayah adat papua - JERAT
Peta tujuh wilayah adat papua – JERAT

Wamena, Jubi – Pemetaan 19 wilayah adat di Jayawijaya yang telah dilakukan sejak 1996 oleh Yayasan Bina Adat Walesi (YBAW), kini diregistrasikan secara online untuk diakui lalu diharapkan dapat menjadi peraturan daerah.

“Sejak 1996 kami sudah lakukan pemetaan, sampai hari ini sudah selesai 19 wilayah adat dan tersisa 5 wilayah adat lagi,” ujar Laorens Lanny kepada Jubi di Wamena Rabu (2/11/2016).

Untuk itulah kegiatan sosialisasi dan registrasi (peta wilayah adat) dilakukan di Wamena dengan menghadirkan badan pemetaan wilayah adat nasional.

“Itu dilakukan untuk memetakan wilayah adat berdasarkan pemetaan yang sebelumnya telah dilakukan Yayasan Bina Adat Walesi dan juga Dinas Kehutanan Jayawijaya,” ujar Lanny.

Menurut dia kegiatan sosialisasi dan registrasi pemetaan tersebut merupakan bagian dari peluang untuk mengakui kerja-kerja pemetaan yang telah dilakukan yayasannya sejak tahun 1996 itu.

Khususnya dengan adanya kebijakan Otsus, kerja-kerja yang dilakukan oleh YBAW sejak 1996 memiliki kesempatan diakui melalui registrasi online hingga selanjutnya diperdakan.

“Registrasi online Jayawijaya ini akan menjadi model atau contoh untuk wilayah adat lain di Papua maupun daerah lain,” kata dia.

Kepala Dinas Kehutanan Jayawijaya, Yunus Matuan, S.Hut, M.Si, ditempat yang sama mengatakan jika peta(adatnya)nya sudah diregistrasi, dan selanjutnya diperdakan maka Jayawijaya akan menjadi model untuk daerah lainnya di Papua.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Jayawijaya, Soleman Elosak, mengonfirmasi seringnya timbul konflik akibat peta wilayah yang belum diatur baik, terutama ketika ada pemekaran wilayah administrasi baru.

“Makanya kami dari DPR serius untuk (peta) wilayah adat ini harus segera. Jadi DPR akan dukung, kalau boleh setiap tempat yang Tuhan kasih kita itu masing-masing kelola tanpa monopoli orang lain punya” ujar dia.(*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment