Peneliti dari Tiga Provinsi Bakal Umumkan Penelitian Keanekaragaman Hayati Papua

Peneliti dari Tiga Provinsi Bakal Umumkan Penelitian Keanekaragaman Hayati Papua

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Rangkaian Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati Eko-Wisata dan Ekonomi Kreatif atau ICBE 2016 yang akan digelar pada 7-10 September mendatang akan mempertemukan sejumlah peneliti lokal dari akademisi di 3 provinsi yakni Provinsi Papua, Papua Barat dan Jawa Barat.

Para peneliti saat berkumpul di Ruang Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih (KabarPapua.co/Aruni)
Para peneliti saat berkumpul di Ruang Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih (KabarPapua.co/Aruni)
Para peneliti ini akan terkumpul dalam seminar nasional yang akan menghimpun hasil penelitian yang telah dilakukan di Papua, mengenai keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan energi terbarukan.

“Dengan penelitian ini, kami berharap mengetahui sebaran keanekaragaman hayati Papua yang dapat digunakan untuk ekonomi kreatif dan eko wisata,” kata Koordinator Seminar Peneliti, Dr Henderite Ohee dalam pertemuan dengan peneliti akademisi di Ruang Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih belum lama ini.

Panitia berharap peneliti yang dikumpulkan berasal dari akademisi, tetapi banyak juga yang berminat dari Litbang Kehutanan, BPTP dan pertanian.
“Saat ini yang sudah mengumpulkan hasil penelitian abstraknya ada 9 orang peneliti dan sebanyak 20 orang menanyakan informasi seminar ini. Pengumpulan batas akhir abstrak tanggal 20 Agustus dan batas pengumpulan full artikel tanggal 30 Agustus,” ucapnya.

Hasil seminar peneliti, diharapkan ada rekomendasi tentang informasi keanekaragaman hayati yang kami peroleh selama ini. Sebab sering kali hasil penelitian tertinggal atau tersimpan di universitas, bahkan pada jurnal akademik yang tak bisa diakses secara luas.

“Publik harus mengetahui penelitian ini. Maka dari itu, sasarannya adalah pembuatan bulletin atau buku agar lebih mudah dibaca oleh masyarakat luas dengan bahasa yang lebih populer, bukan ilmiah,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peneliti dari jurusan biologi Universitas Ottow Geisler Kotaraja, Lusi Anggiari menuturkan seminar peneliti ini memberikan kesempatan bagi peneliti lokal Papua, untuk memaparkan kekayaan biodiversity yang ada di tanah Papua.

“Beberapa kali saya mengikuti seminar, tetapi baru seminar kali ini yang lengkap, dimana ada keanekaragaman hayati, ekonomi kreatif dan eko wisata,” jelasnya.
Dirinya pun berharap peneliti lokal diberikan kesempatan untuk mempresentasikan apa yang telah ketahui, apa yang telah lakukan dilapangan, sehingga pemerintah Papua kedepan bisa memperhatikan peneliti-peneliti asli Papua. *** (Aruni)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment