Pemkab Jayapura Bentuk Tim Rekonsiliasi Usai Bentrok Warga

Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura membentuk tim rekonsiliasi usai bentrok warga yang terjadi di Kampung Nendali dan Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Jumat pekan lalu.

Tim tersebut dibentuk setelah pertemuan khusus antara tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan pemerintah.

Bupati Jayapura Matius Awoitau mengatakan tim yang dibentuk itu menginginkan tim rekonsiliasi sebagai jembatan perdamaian dua kelompok warga yang bertikai.

Pasalnya para ondofolo dari Sentani Timur, Tengah dan Barat sudah menyampaikan pikiran-pikirannya terkait persoalan tersebut.

“Kita juga sudah sepakat untuk membentuk sebuah tim yang akan mencari data dan menampung semua aspirasi serta mencari solusi guna terwujudnya perdamaian di daerah ini,” katanya di Sentani Hawai, Distrik Sentani, Senin (27/6/2016).

Ia mengatakan setiap masukan dan aspirasi akan menjadi bahan pertimbangan bersama, baik pemerintah maupun tokoh-tokoh yang diundang.

“Ada aturan yang harus ditegakkan di daerah ini terkait dengan permintaan masyarakat untuk memulangkan mereka yang melakukan tindakan anarkistis di daerah ini. Kita tidak bisa mengambil keputusan begitu saja tanpa melihat dampak dan akibat yang akan terjadi,” katanya.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura, Yanes Talenggen meminta agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing.

“Masyarakat tidak bisa main hakim sendiri untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Kalau hal tersebut hanya berlaku bagi oknum maka jangan mengajak orang lain terlibat dalam persoalannya. Ini dampak yang terjadi sangat luas, dan semua orang akhirnya dibuat panik, bahkan ada yang tinggalkan rumah dan mencari tempat aman,” kata Yanes.

Politikus PAN ini berpendapat semua warga di Jayapura mempunyai hak hidup yang sama selam masih di kawasan NKRI. Namun harus menghargai dan menghormati masyarakat di mana kita tinggal.

“Seperti pepatah mengatakan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Ini adalah kewajiban semua warga yang ada tanpa membedakan dia dari daerah mana,” katanya.

Maka dai itu, ia meminta kepada Polres Jayapura untuk menindak tegas para pelaku yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Kapolres Jayapura AKBP Gustav Urbinas meminta dua kelompok warga yang bertikai agar menempuh jalan damai agar pihak lain tidak dikorbankan.

“Yang jelas tindakan kriminal tetap akan ditindak, sampai sekarang kita masih mengejar pelaku utamanya. Sudah beberapa saksi yang datanya kita ambil,” kata AKBP Gustav. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment