Pastor Jhon Jongga Setuju Dana Otsus Di Audit

Ditulis oleh Resty/Papos

Pastor Jhon Jongga JAYAPURA [PAPOS]-berbagai polemik terkait wacana pengembalian dana Otsus ke pusat menjadi perbincangan hangat mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat.

Pengembalian dana otsus ke pusat, menandakan ketidak berhasilan otsus di Papua dan hal ini akan menambah daftar panjang rumitnya situasi di Papua.Padahal niat pemerintah pusat menurunkan otsus ini, sesuai yang tertulis di Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 adalah untuk mengatasi empat akar masalah yang menimpa masyarakat Papua, yakni kegagalan pembangunan, marjinalisasi dan diskriminasi orang asli papua, kekerasan negara dan tuduhan pelanggaran HAM, serta sejarah dan status politik wilayah Papua.

Berkaitan dengan korupsi dana otsus, Pastor Jhon Jongga, mengatakan, 15 tahun Otsus digulirkannya di Provinsi Papua bukan membuat masyarakat Papua baik malah membuat masyarakatnya hancur karena Rp 1 triliun per tahunnya jumlah yang begitu besar.

Menurut, Jhon, otsus yang merambah ke 28 Kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua dan Papua Barat selalu mengatas namakan otsus untuk membiayai ke empar akar masalah seperti yang sudah disebutkan diatas karena otsus juga merupakan tuntutan orang Papua.

“Bukan soal manusianya tapi soal menajemen, kepemimpinan dan mengatur dana otsus yang sudah pakai di kota, desa, dan kampung-kampung,” katanya di salah satu hotel di Jayapura Selasa(1/3) kemarin. Ia mengatakan , atas pertemuan dengan masyarakat di kampung. Banyak masyarakat Papua minta agar otsus ini segera diperiksa terutama bagi mereka yang mengendalikan otsus tersebut sehingga transparan penggunaanya karena banyak pejabat dikatakan koruptor akibat dana otsus ini.

“Koruptor ini lebih jahat dari teroris karena sudah merampas hak masyarakat Papua. Dana otsus harusnya benat-benar dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat Papua malah bukan sebaliknya menguntungkan pihak tertentu,” jelasnya.[res]

Terakhir diperbarui pada Selasa, 01 Maret 2016 23:04

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment