Papua terus matangkan persiapan Konferensi Internasional Biodiversity

Senin, 18 Juli 2016 13:00 WIB, antarapapua.com

Jayapura (Antara Papua) – Pemerintah Provinsi Papua terus mematangkan persiapan pelaksanaan Konferensi Internasional Biodiversity ke-2 di Kota Jayapura yang direncanakan 7-10 September mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana Noak Kapisa di Kota Jayapura, mengatakan, persiapan itu antara lain menyiapkan dan menyebarkan undangan kepada pemateri dan pihak terkait yang hampir sebagian besar merespon dengan baik.

“Rabu pekan ini kami baru rapat dan dalam waktu dekat akan melaporkan hasil sementara kepada Pak Sekda Papua Hery Dosinaen atau 26 Juli ini akan melaporkan kesiapan akhir,” kata Noak Kapisa yang juga Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Provinsi Papua.

Menurut dia, Konferensi Internasional Biodiversity ini lebih khusus membahas tentang ekowisata dan ekonomi kreatif yang bisa diakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama di Papua.

“Kalau di jaman Gubernur Barnabas Suebu itu Konferensi Internasional Biodiversity tingkat umum, tapi yang akan kami laksanakan nanti lebih kepada ekowisata dan ekonomi kreatif,” katanya

“Jadi intinya adalah konferensi ini mau menggerakan ekonomi kreatif yang ada pada orang-orang Papua yang ada hubungannya dengan biodiversitas, ekowisata yang ingin kita lakukan apa yang sudah ada itu dikemas dengan baik dan menari,” katanya.

Noak juga mengemukakan bahwa ada empat hal mendasar yang akan dibahas dalam konferensi tersebut, diantaranya seminar ilmiah dan pameran.

“Seminar ilmiah itu ada ekowisata, ekonomi kreatif. Dengan pembicara dari dalam negeri dibidang kebijakan yang akan menghadirkan enam menteri. Sementara pembicara dari luar negeri ada 16 orang diantaranya peneliti,” katanya.

Untuk pameran akan dikaitkan dengan hasil-hasil dari Program Prospek dan Gerbangmas Hasrat Papua yang akan mengambil tempat di GOR Cenderawasih Papua.

“Pameran ini juga atas saran dari Pak Gubernur Lukas Enembe. Dan juga termasuk Festival Budaya akan disuguhkan dalam konferensi itu dengan menghadirkan adat dari lima wilayah di Papua, yakni Mamta, Saireri, La Pago, Mee Pago dan Anim Ha,” katanya. (*)
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment