Muhammad Ali: Pindah Agama dalam rangka Menentang Marginalisasi Kaum Negro

Muhammad Ali: Pindah Agama dalam rangka Menentang Marginalisasi Kaum Negro
Mohammad Ali
Mohammad Ali

Muhammad Ali, lahir di Louisville, Kentucky, United States, pada January 17, 1942, dan meninggal dunia kemarin, June 3, 2016, di Phoenix, Arizona, United States menjadi menarik untuk dijadikan teladan dari berbagai hal seputar kehidupan dan keputusan-keputusannya yang telah ia ambil dalam rangka membela kaum Negro-nya di Amerika Serikat dan di Dunia.

Cassius Marcellus Clay, Jr. adalah nama yang diberikan oleh orang tuanya, akan tetapi Ali katakan “Cassius Clay is my slave name.” (Cassius Clay itu nama budak saya), yang artinya merubah nama dari nama Kristen menjadi nama Islam ialah sebuah tindakan dalam rangka melawan perbudakan yang telah lama dialami oleh kaum Negro dalam sejarah perbudakan, yang hampir semuanya dilakukan oleh orang Eropa, yang mayoritasnya beragama Kristen.

Dia katakan, “Mohammad” itu nama asli saya, nama bangsa hitam.

Pada saat ditanya mengapa ia juga bertanding dan mengalahkan petinju orang hitam juga. Almarhum dengan jelas mengatakan,

“Saya berjuang bukan untuk saya, dengar sekali lagi, saya berjuang untuk kaum Negro, orang hitam di mana saja kami berada. Apa alasan lawan saya? Anda pikir saya bertanding untuk uang? Anda salah besar! Saya tidak butuh uang itu. Anda pikir saya bertinju dalam rangka cari nama? Tidak sama sekali. Saya berjuang untuk menegakkan keadilan: keadilan bagi orang hitam di Chicago, di Amerika Serikat, banyak perempuan hitam menjadi sundal, banyak laki-laki hitam menjadi pemabuk, banyak orang hitam dipenjara dan bahkan dibunuh. Kemarin saja ada orang hitam yang dibunuh.Saya bertanding atas nama Allah sbwt. dalam membela kaum hitam dan menunjukkan kepada dunia dan khussnya kepada orang putih orang barat bahwa saya pemenang, kami menang, kami dapat mengalahkan Anda, Allah bersama kami.

British Broadcasting Corporation (BBC) menyiarkan berita tentang kematian Ali sepanjang hari, dengna sedikit saja iklan, hampir tidak ada “breaking news”, apalagi berita-berita seperti biasa disiarkan sehari-hari.

Dengan jelas M. Ali mempersembahkan kemenangan-kemenangannya kepada kaum tertindas, kaum terjajah, kaum termarginal di manapun mereka berada.

Saya sebagai orang Papua, melihat apa yang dilakukan oleh Cassius Marcellus Clay, kemungkinan besar kalau M. Ali ialah orang Papua, ia tidak mungkin merubah namanya dari Cassius Marcellus Clay menjadi M. Ali, tetapi hampir pasti ia akan merubah namanya dari Cassius Marcellus Clay menjadi nama Papua, Name Nagin Kogoya, Tokake Wenda, dan sejenisnya. Seorang Papua yang saat ini termarginalkan, merasa diri terancam akan kepunahan identitasnya, tidak mungkin merubah nama Kristen-nya dan mengambil nama Islam, tetapi paling-paling akan mengambil “nama adat” sebagai bukti perlawanannya.

Saya sebagai orang Papua, nama saya Jhon Yonathan Kwano, merasa bodoh mengapa harus menggunakan nama-nama Kristen, dan saya mengambil keputusan hari ini, 4 Juni 2016 WIT dan 3 Juni 2016 waktu A.S., menjadi “Loma Yum Kwano”.

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment