Mogok karyawan PTFI masih berlanjut, ini tiga tuntutan karyawan

Mogok karyawan PTFI masih berlanjut, ini tiga tuntutan karyawan

Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) mengaku telah menerima laporan aksi mogok ini. Setidaknya ada tiga tuntutan yang disampaikan oleh karyawan yang mogok ini.

Karyawan PTFI yang melakukan mogok sedang berkumpul - Akun facebook Bern Okoseray
Karyawan PTFI yang melakukan mogok sedang berkumpul – Akun facebook Bern Okoseray

Jayapura, Jubi – Mogok karyawan di Grassberg Mine, PT. Freeport Indonesia (PTFI), Timika sejak hari Rabu (28/9/2016) masih berlanjut hingga hari ini, Rabu (5/10/2016). Upaya mencari kesepakatan antara karyawan yang mogok dan manajemen PTFI belum mencapai hasil yang diinginkan.

Juru bicara PTFI, Riza Pratama kepada Jubi mengatakan perundingan masih berlanjut.

“Upaya perundingan masih berjalan untuk mencapai kesepakatan bersama,” katanya singkat melalui pesan singkat kepada Jubi, Rabu pagi.

Perundingan dua pihak ini sudah berlangsung sejak hari Senin (3/10/2016).

Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) mengaku telah menerima laporan aksi mogok ini. Setidaknya ada tiga tuntutan yang disampaikan oleh karyawan yang mogok ini.

Gatot Ariyono, Direktur Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengatakan tiga tuntutan tersebut adalah : Pertama, tuntutan adanya bonus untuk para pekerja; kedua, tuntutan adanya masa transisi dari tambang Grasberg ke tambang bawah tanah; ketiga, permintaan agar pegawai outsourcing atau alih daya menjadi pegawai tetap.

“Itu yang menyebabkan mereka mogok kerja,” kata Gatot.

Gatot mengakui aksi mogok tersebut berpengaruh terhadap operasional di tambang Grasberg. Namun ia mengatakan pihak PTFI berjanji segera menyelesaikan masalah pemogokan ini.

“Dalam waktu dua hingga tiga hari ini katanya (Freeport) bisa diselesaikan,” ujar Gatot.

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment