Mama Mama Papua di Kota Biak Jualan Hasil Bumi Lokal di Jalanan: Mana Kebijakan Pemda?

Kondisi tempat jualan sangat buruk khususnya dari mama-mama pegunungan Papua dari sejak tahun 1970-an hingga pada saat kini, karena mereka belum memiliki tempat jualan yang layak, sehingga pada saat kini pun juga mereka berjualan di trotoar jalan raya depan lingkungan kantor (TNI AU) di museum Biak, itu pun juga tanpa ada pelindung apapun sambil nikmati hujan, panas, abu, jualan dibawa tanah, dan nikmati kegelapan malam, mereka berjualan mulai dari jam, 15-00 WP/ 03 sore sampai dengan pulang jam, 22-00 WP/10-00 malam. Oleh karena dalam hal jualan ini untuk mau memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga dan lain sebagainya.

Kami tahu bahwa mama-mama pegunungan mereka membuat salah satu sejarah di Kabupaten Biak Numfor bahwa, sebelumnya dari tahun 1970-an jelas Kabupaten Biak Numfor tidak ada sayur bayam, ketika masyarakat pegunungan bergerak dan berkebun jelas seluruh Kabupaten Biak Numfor me rasakan sayur bayam tersebut dan mereka bikin kebun pun juga bukan saja bersihkan langsung tanam bibit tersebut, tetapi setelah bersihkan hutan lanjut dengan tapis batu lalu terbayang tanah haruslah mereka tanam bibit tersebut,

Setelah tanam bibit tersebut bukan saja membiarkan tetapi harus ada pupuk untuk melindungi bibit tanaman tersebut itu.

Dalam hal ini kami menghimbau kepada seluruh komponen pemerintah Kabupaten Biak Numfor harus memberikan tempat jualan dalam lingkungan kota dengan sebenarnya kepada mama-mama papua jualan di Kabupaten biak numfor khususnya dari Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, atau harus menyadakan satu unit (pasar) dalam lingkungan kota Biak agar supaya mereka juga bebas jualan di Kabupaten Biak Numfor.

Sebagai pemerintah yang berdaulat adalah pemerintah yang mempunyai kekuasaan baik dalam sisi pemerintahan maupun dalam sisi infrastruktur untuk menjalankan tugas dan wewenangnya mengatur kehidupan sosial ,ekonomi, dan politik suatu daerah atau bagian-bagiannya sesuai dengan sistem yang telah di tetapkan.

Dalam Bhineka Tunggal Ika menjelaskan beberapa fungsi yaitu. Negara sebagai integral, integritas daerah atau nasional, sebagai pelindungan segenap bangsa tumpa darahnya, sebagai pemeliharaan ketertibaan dalam rangka untuk mencapai tujuan bersama dan menyelesaikan konflik yang muncul dalam masyarakat, sebagai berwenang untuk menyusahakan kesejahtraan dalam kemakmuran rayat, sebagai penegak keadilan serta kebenaran yang di laksanakan tanpa ada membedakan suku, ras, bahasa, dan agama, hormat menghormati hak asasi manusia. (Tuturnya UNSUR PAPUA).

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment