Lima Wilayah Adat Dilibatkan Jaga Cagar Alam Pegunungan Cycloop

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Untuk mendapatkan masukan dari pihak lima wilayah adat di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura terkait pengelolaan kawasan hutan Cycloop, dilangsungkan Konsultasi Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Cycloop.

Konsultasi ini untuk melakukan identifikasi program dan kegiatan yang telah, sedang dan direncanakan untuk dilakukan di daerah penyangga cagar alam Cycloop ini melibatkan BKSDA Papua dan para pihak instansi/lembaga terkait untuk kemudian ditetapkan di Jakarta.

Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Papua Bidang Perekonomian, Elia Loupaty mengatakan, kawasan Cycloop berada pada posisi strategis dengan luas 31.479,89. Persoalan yang sampai saat ini masih terus dihadapi dalam pelestarian kawasan ini adalah masih adanya kepentingan pihak-pihak terkait dikarenakan besarnya kebutuhan pengembangan pemukiman.

“Upaya pelestarian Cycloop ini perlu adanya penanaman kembali pohon-pohon agar tetap menjaga kelestarian hutan dan air di kawasan Cycloop yang disebut menjadi ekosistem laboratorium pendidikan,” kata Elia.

Direktur USAID LESTARI Program Papua, Benja Victor Mambay mengatakan, KPHK Cycloop merupakan follow up dari penadatanganan deklarasi pengelolaan kolaborasi kawasan Cycloop dan daerah penyangga beberapa waktu lalu pada Januari 2016.

“Pertemuan ini diharapkan para pihak yang terkait dengan pengelolaan cagar alam cycloop itu bisa duduk sama-sama untuk membicarakan yang dikerjakan dan membagi tanggungjawab untk masing-masing, dan melibatkan masyarakat adat untuk mendukung cagar alam,” ujarnya.

Fungsi cagar alam Cycloop juga sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, sehingga dengan letak Cycloop bisa dijadikan laboratorium alam sehingga harus dikelola dengan baik.

“Cagar alam Cycloop kurang lebih mengalami situasi yang sama, proporsi yang tidak seimbang antara petugas di lapangan dengan luas atau wilayah kerja. Keliling cagar alam Cycloop sepanjang 103 kilometer saat ini dijaga 46 MMP, 56 Satgas, 12 polisi hutan,” jelas Elia. ***(Ramah)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment