Isu HAM di Papua Dianggap Lebih Seksi Daripada Kemerdekaan

Februari 15th, 2016 in Jakarta

Jakarta – TabloidBongkar.com – Saat ini, Papua adalah masalah besar yang harus diselesaikan pemerintah. Hal itu disampaikan Tantowi Yahya. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar di gedung DPR, Senin, 15 Februari 2016. Kalau pemerintah tak segera menyelesaikan persoalan HAM di Papua, maka situasi Papua semakin di ujung tanduk.

Dia mengatakan DPR sudah berupaya serius dalam penanganan persoalan kasus-kasus di Papua. Terlebih lagi, dia menilai ketika DPR sedang serius menyikapi persoalan Papua saat sedang genting, justru pemerintah terkesan menunjukan masalah Papua tidak begitu penting.

“ Saat ini Papua adalah masalah besar. Seperti yang kita ketahui, setiap ada rapat kaum separatis, kalimat pertama yang dibacakan “ getting free from indonesia it’s now or never ”. Tentu kami menyikapinya secara serius, tapi kebijakan pemerintah seolah-olah menunjukan masalah tersebut kurang serius,” ucapnya kepada wartawan.

Tantowi menilai memang sudah ada pergeseran isu di Papua. Dari awalnya isu politik yang meminta hak kemerdekaan Papua, sekarang bergeser ke isu pelanggaran HAM masif yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, jika selama ini masyarakat Papua meminta pengakuan kemerdekaan, dunia internasional selalu tutup mata karena tak ada alasan yang tepat.

“ Hal itu sudah sudah dibuktikan selama puluhan tahun melalui perjuangan rakyat Papua, tapi tidak menghasilkan apa-apa,” ungkapnya.

Namun anehnya, ketika ada yang mengangkat isu pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap rakyat Papua, maka dengan cepat pula dunia Internasional merespon. Ini juga yang menjadi kunci bagi masyarakat Papua untuk mendapat simpati dari dunia Internasional. Karena bila hanya menggunakan isu memerdekakan diri tanpa adanya alasaan, dunia Internasional tidak akan menyutujui.

“ Permasalahan terutama yang kita hadapi terkait Papua adalah internasonalisasi isu, sudah terjadi pergeseran platfrom perjuangan dari minta merdeka menjadi isu pelanggaran HAM masif yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap rakyat Papua,” ujarnya.

Intinya, Tantowi menegaskan kepada pemerintah agar serius menyikapi persoalan HAM di Papua, karena lebih cenderung pada kepentingan politik. Dia mengatakan, jika saat ini ada yang berbicara kritis tentang kasus HAM di Papua, mereka akan cepat dapat dukungan dari dari mana-mana.

“ Dukungan itu juga datang dari negara yang menganggap mereka adalah sahabat Indonesia, karena pelanggaran HAM adalah isu yang sangat seksi,” ujarnya. (James)

Facebook Comments

Share This Post

One Response to "Isu HAM di Papua Dianggap Lebih Seksi Daripada Kemerdekaan"

  1. Karena itulah maka banyak pihak berkepentingan memanfaatkan isu HAM untuk kepentingan masing-masing: ada yang dipakai untuk sekedar bermain-main, ada juga digunakan untuk Papua Merdeka, ada lagi yagn dipakai sebagai bahan untuk dilaporkan kepada donatur demi mendapatkan sponsor.

    Semuanya baik, tetapi sayang sekali, hak-hak terkait dengan hak ekonomi masyarakat Papua untuk berbisnis dan berkembang, mendapatkan fasilitas dan dukungan dari pemerintah tidak pernah mendapatkan tempat di mana-mana, di media resmi-pun tidak pernah menjadi sorotan.

    Banyak Bank dan birokrasi di Tanah Papua bekerja bukan utnuk memfasilitasi tetapi malahan untuk menghambat usaha-usaha orang Papua menjadi setara secara ekonomi.

    Reply

Post Comment