Investor diingatkan tak rusak hutan

 Hutan tropis di Papua - IST
Hutan tropis di Papua – IST

Merauke, Jubi – Para investor yang berniat melakukan kegiatan investasi di Kabupaten Merauke, agar tidak merusak hutan secara berlebihan. Karena akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Begitu juga luasan lahan yang akan dibuka, harus dilaporkan kepada pemerintah setempat.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Merauke, Daswil kepada Jubi Jumat (2/12/2016). Dikatakan, pembatasan pembukaan hutan juga berkaitan dengan pembangunan rendah emisi yang sedang digaungkan sekarang.

Pembangunan rendah emisi, demikian Daswil, telah masuk juga dalam RPJMD di beberapa dinas terkait. Itu sudah ditindaklanjuti pula dengan usulan program kegiatan yang hendak dijalankan.

“Memang pembangunan rendah emisi harus ditindaklanjuti demi anak cucu kita serta menjaga kearifan lokal maupun lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Daswil mengingatkan kembali kepada investor agar melakukan penanaman kembali pohon pohon yang telah ditebang. Itu sudah menjadi komitmen awal sejak investasi akan dibuka.

Ditambahkan, pemerintah selalu mengingatkan kepada investor agar memegang teguh komitmen yang sudah dibangun bersama masyarakat pemilik hak ulayat. Dimana, lokasi atau lahan yang dilarang, tidak ditebang, karena merupakan hutan sakral dan lain-lain.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze beberapa waktu lalu menegaskan, jika ada investor yang menanamkan modalnya untuk investasi, harus membangun komunikasi secara baik bersama pemerintah serta masyarakat yangadalah pemilik hak ulayat.

“Ya, masyarakat asli sebagai pemilik lahan, harus dihargai dan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat, harus ditindaklanjuti oleh perusahan. Sehingga tidak menimbulkan persoalan dari belakang,” pintanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment