Ini Cara Pemkot Jayapura Lestarikan Sagu

Jayapura, Jubi – Dinas Pertanian Kota Jayapura melakukan penjarangan bibit sagu untuk membudidayakan dan melestarikan tumbuhan sagu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura Jean Rollo mengatakan penjarangan pangan lokal ini sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan pemindahan anakan dari induk dan penataan rumput dalam baris agar sagu bertumbuh dengan baik.

“Untuk tumbuh dalam jangka panjang atau jangka pendek kami mengombinasikan dengan alat-alat pasca panen dari sektor perkebunan,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Minggu (21/8/2016).

Ia melanjutkan pohon sagu jika ditebang dengan menggunakan sensor, lalu dibela dan dimasukkan ke mesin parut. “Kemudian kita masukkan ke mesin peras kadar air. Pada tepung kita bisa hasilkan satu hari 2 tegakan, 1 bulan bisa mencapai 6 tegakan. Kita bisa kasih habis,” katanya

Menurut dia secara manual setahun satu hektar memproduksi 2-3 tegakan kalau dengan mesin.

“Jadi, kalau sagu ini sagu dari dusun yang ada menurut produktivitas teknis masih rendah,” katanya.

Ia mengatakan areal sagu akan ditata di Skouw Yambe, Skow, Koya Koso dan Moso, Distrik Muaratami. Sebab semakin kecil jarak tanam semakin padat populasinya. Maka kemungkinan memproduksi tepung sangat sedikit.

Seorang warga Kota Jayapura Bob Taurui mengapreasi upaya Pemkot Jayapura untuk melestarikan hutan sagu. Sagu merupakan makanan khas Papua dan harus dibudidayakan.

“Hutan sagu di tanah Tabi (Jayapura dan sekitarnya) tidak boleh ditebang sembarangan. Anak cucu kita makan apa nanti kalau sagu ditebang?” katanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment