Indonesia Misses GDP Target For 2015; Deficit Hits 25-Year High

Artikel ini artinya “Indonesia Kehilangan Target GDP  dan Defisit Mencapai Angka Terendah dalam 25 Tahun Terakhir

Artikel yang ditulis oleh ADITYA KONDALAMAHANTY ON 01/03/16 AT 7:30 AM sebagaimana kami telah kami publikasikan dalam blog kami PAPUAmandiri.biz, saya menjadi kaget, kondisi Indonesia saat ini secara teori sebenarnya sudah ada dalam lampu kuning, kalau kita tidak mau bilang lampu merah.

Kementerian keuangan baru-baru ini mengumumkan bahwa negaranya telah gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2015 karena global slowdown. Demikian laporan media sebagaimana dilaporkan. Kementerian dilaporkan mencatat defisit budget terbesar dalam 25 tahun terakhir dikarenakan penbumpulan pajak yang begitu rendah dan rendahnya harga komoditas.

GDP Indonesia bertumbuh 4,73 persen di tahun 2015, tidak mencapai target 5,7 persen yang ditargetkan dalam anggaran belanja negara, demikian dilaporkan Bloomberg pada hari Minggu. Presiden Joko Widodo mengumumkan sejumlah langkah pada tahun 2015 untuk memacu ekonomi, termasul tujuh paket stimulus, sejak September meningkatkan belanja dan mendorong ekspansi.

Walaupun perhitungan ini, defisit budget Indonesia — perbedaan antara belanja dan pendapatan — melebar hingga 2.8 persen dari GDP dari yang ditargetkan 1.9 persen pada 2015. Pemerintah membelanjakan 1.810 triliun rupiah ($130.9 miliar) dari anggaran belanja negara tahun lalu, sementara pendapatan adalah 1,491.5 triliun rupiah ($107.8 billion).

Barangkali melebarnya defisit budget inilah yang menimbulkan kekuatiran untuk Widodo, karena UUD 2003 membuat kejadian seperti ini menjadi ilegal karelau terjadi defisit budget melebihi 3 persen dan dapat berakibat presiden di-impeach. Dengan harga komodias yang lebih rendah, dan pendapatan dari sumberdaya menurun, defisit 2015 merupakan yang terbesar di seluruh negara-negara ASEAN dalam waktu 25 tahun terakhir.

Pada tahun 2014, Indonesia mencatat defisit budget 2.25 persen dari GDP.

“Kalau UU ini dilanggar, kami bisa meng-ompeach pemerintah,” kata Fadel Muhammad, seorang anggota dari partai oposisi Golkar yang memimpin komisi keuangan parlemen epada Reuters.

Pendapatan yang diterima dari pajak ialah 1.235 triliun rupiah $89.3 billion) tahun lalu, atau dilaporkan 83 persen dari jumlah yang hendak dicapai pemerintah, karena industri pertambahan dan processing mengalami banyak masalah terkait kejatuhan harga komoditas.

Sementara itu inflasi adalah 3.1 ersen pada tahun 2015, lebih rendah daripada goal 5 persen sebagaimana diharapkan kementerian. Rata-rate minyak mentah menurun $50 per barrel, di bawah target $60, kata kementeraian.

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment