Indeks Kebebasan Pers Indonesia Lebih Rendah Dari Timor Leste

Sorong, Jubi – Ketua Dewan Pers Republik Indonesia Yosep “Stanley” Prasetyo mengakui jika Indeks Kebebasan Pers di dunia Indonesia lebih rendah dibanding negara tetangga yang baru merdeka, Timor Leste.

Indonesia berada di bawah dari Timor leste yakni 13,23 persen dibanding Timor Leste dengan indeks 20,5 persen .

“Kita masih jauh di bawah Timor Leste. Hal ini memacu kita untuk memperbaikinya pada WPFD 2017 di Jakarta nanti yang akan menghadirkan 800 jurnalis dari seluruh Dunia termasuk Indonesia,” katanya saat menyampaikan Materi Fokus Group Discusion (FGD) survey Indeks Kebebasan Pers (IKP)Papua Barat Tahun 2016 di Sorong, Selasa (23/8/2016).

Menurut Stanley, indeks kebebasan pers di Indonesia terjadi akibat tingginya tindakan kekerasan aparat negara di Indonesia kepada wartawan dan intervensi militer terhadap pemberitaan sehingga wartawan menjalankan tugas jurnalistiknya selalu dihantui rasa takut, sehingga berdampak pada kualitas pemberitaannya.

“Kekerasan dan kemerdekaan pers ini dipengaruhi faktor-faktor tersebut sehingga wartawan terkadang canggung,” katanya.

Indeks kemerdekaan pers itu merupakan hasil kajian dari World Press Fredoom Day(WPFD) yang dipublikasi tahun 2015 di Helsinki Finlandia.

Agus Sumule informan ahli Dewan Pers wilayah Papua Barat mengaku apa yang terjadi di Indonesia merupakan kenyataan.

“Para pekerja pers terkadang bungkam terhadap realita sehingga dalam penulisan melenceng demi keamanan diri. Dan saat itu terjadi berarti sudah ada ancaman bagi jurnalis bersangkutan,” katanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment