Hutan sagu jangan ditebang!

Kondisi beberapa hutan sagu yang habis ditebangi untuk kepentingan pembangunan - Dok. Hendrik Palo
Kondisi beberapa hutan sagu yang habis ditebangi untuk kepentingan pembangunan – Dok. Hendrik Palo

Sentani, Jubi – Tokoh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura menyerukan agar kawasan hutan sagu di daerah ini tetap dilindungi dan dilestarikan.

Pohon sagu (Metroxylon) dinilai sebagai sumber pangan dan tumbuhan yang dapat menampung air bagi masyarakat di sekitarnya.

“Sepuluh tahun lalu sepanjang jalan di kawasan Sentani Timur hingga batas kota adalah hutan sagu yang tumbuh di pinggir jalan. Tetapi semua sudah habis ditebang untuk kepentingan pembangunan. Dampak yang sama kita akan dapati di sepanjang Kehiran dan Yahim hingga ke pinggiran Danau Sentani,” kata  tokoh masyarakat adat Jayapura, Enok salah satu tokoh masyarakat adat ketika ditemui di Sentani, Selasa (15/11/2016).

Menurutnya pembangunan seharusnya mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2000 yang mengatur tentang pelestarian hutan sagu dan larangan untuk membangun di kawasan hutan sagu.

“Dari perda ini saja sudah jelas, bahwa ada larangan dan perintah yang harus dilaksanakan. Maka hal ini juga perlu menjadi perhatian kita semua sebagai masyarakat yang mendiami daerah ini. Sadar atau tidak sadar tempat yang menjadi sumber kehidupan kita secara perlahan-lahan akan habis,” ujarnya.

Tokoh pemuda Jayapura, Sheriff Tokoro pun menuturkan hal yang sama. Menurut Sheriff pembangunan di kabupaten ini jangan sampai mengorbankan hutan sagu.

“Hutan sagu ditebang lalu dibangun ruko di tempat tersebut. Pertanyaannya limbah dari ruko yang dibangun ini dikemanakan? Karena hampir semu ruko yang dibangun ini di dalamnya dilakukan penjualan makanan siap saji termasuk bengkel kendaraan yang menawarkan  jasa servis kendaraan roda dua maupun empat,” katanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment