Hutan sagu di Kampung Harapan harus dilindungi

Hutan sagu di Kampung Harapan harus dilindungi
Hutan sagu - Dok. Jubi
Hutan sagu – Dok. Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menegaskan kawasan sagu di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur harus dilindungi karena sudah dicanangkan sebagai kawasan hutan sagu untuk mendukung inisiatif kelompok kerja (pokja) pembangunan rendah emisi dalam pemanasan global.

Oleh karena itu, Pemprov Papua dalam penataan tata ruang pelaksanaan PON XX harus berkoordinasi dengan Pemkab Jayapura

Hutan sagu di kawasan ini sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2000 sehingga harus dilindungi.

“Komunikasi dan koordinasi ini sangat penting, sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik. Selama ini untuk kepentingan pemerintah provinsi, kita sebagai pemerintah di daerah selalu menjadi bemper dan selalu siap untuk meredam segala kemungkinan yang bergejolak di tengah masyarakat kita,” katanya, Senin (17/10/2016).

Ia juga menegaskan agar sub panitia PON melakukan komunikasi dan koordinasi sebaik mungkin. Membangun semua fasilitas PON di daerah ini tanpa ada pendelegasian tugas sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan akan sangat sulit dilakukan.

“Untuk membangun semua fasilitas yang dibutuhkan di sini harus ada koordinasi yang intens dengan sub panitia yang dibentuk. Kita tidak persoalkan anggarannya, karena itu wewenang panitia besar. Kita hanya ingin segala sesuatu yang dikerjakan nanti dapat berjalan dengan cepat dan dengan cara yang baik,” katanya.

Tokoh pemuda kawasan Sentani Timur, Kliff Ohee mengatakan belum ada pemberitahuan dan sosialisasi yang dilakukan Pemerintah kepada masyarakat dalam penggusuran lahan ini.

“Kita bisa lihat bersama, bahwa masyarakat saat ini juga menjadi korban pembangunan yang dilakukan. Dulunya sagu di sepanjang Jalan Sentani menuju Abepura yang dipinggirannya terletak di kampung-kampung dengan hutan sagunya. Sekarang sudah tidak ada satu batang pohon sagu yang berdiri,” katanya. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment