GEMPAR Tolak Kedatangan Menkopulhukam di Papua

JAYAPURA [PAPOS] – Jelang kedatangan Menkopulhukam Luhut Binsar Pandjaitan di Papua pada 29 Maret mendatang, maka Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua (GEMPAR) menolak dengan tegas atas kedatangan Luhut di bumi Cenderawasih.
Hal ini disampaikan Sekjen GEMPAR Samuel Womsiwor di depan auditorium Uncen. Dalam orasinya GEMPAR meminta agar sebelum Menkopolhukam datang ke Papua dengan tujuan untuk duduk bersama elemen pemerintah dan masyarakat di Tanah Papua serta juga mengadakan sosialisasi nasionalisme Indonesia kepada mahasiswa di Jayapura dalam bentuk seminar yang akan dilaksanakan pada Auditorium UNCEN.

Beliau harus menyelesaikan permasalahan yang ada di Papua dan juga meminta maff kepada kami rakyat Papua atas apa yang selam ini terjadi di Papua,baik itu pelnagaran HAM, Dan jika melihat polemic skala besarnya, langkah Menkopolhukam tersebut terkesan seperti melempar batu dan sembunyi tangan, atau telah melukai hati rakyat Papua tanpa meminta maaf.

Adapun pernyataan sikap dari Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua(GempaR) kepada Menkopulhukam untuk segera meminta maaf kepada rakyat papua, dan meminta maaf kepada Melanesian Spearhead Group(MSG) karena pernyataan tersebut yang melibatkan MSG serta melecehkan MSG sebagai lembaga rumpun Melanesia.

Selanjutnya Menkopolhukam segera tuntaskan pelanggaran HAM yang terjadi selama pemerintahan Joko Widodo hingga segala pelanggaran HAM sejak pendatangan ratifikasi anti kekerasan tahun 1998. (Biak, Wamena, Wasior, Paniai hingga peristiwa berdarah lainnya). Pemerintah Indonesia segera membalas surat pimpinan Pasifisik Island Forum (PIF), sebagai solusi penyelesaian pelanggaran HAM di tanah Papua dan segera menerima tawaran perundingan Melanesian Spearhead Group (MSG), sebagai langkah maju hak penentuan nasib solusi demokratis bagi rakyat Papua. Uncen dan lembaga pendidikan tinggi di tanah Papua. STOP kerjasama dengan elit manapun atau STOP dipolitisir pendidikan tinggi di Papua. Rektor dan lembaga Uncen stop bekerjasama dengan militer. Tarik militer dan stop penyisiran rakyat sipil di Puncak Jaya. [res]

Ditulis oleh Resty/Papos , Terakhir diperbarui pada Senin, 21 Maret 2016 00:12

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment