Evaluasi, WVI Luncurkan Buku Dan Majalah

Wamena, Jubi – WVI cluster Jayawijaya, Papua mengevaluasi program khusus pendidikan yang disebut Qualified Elementary School Taecher (QUEST) dalam dampingan di 14 sekolah di tiga kabupaten.
Program tersebut dilaksanakan sejak tahun 2013 dan berakhir tahun 2016.

Dalam evaluasi di Wamena, Jayawijaya, Rabu (22/6/2016) itu juga diluncurkan buku cerita rakyat Lembah Balim “Dari Timur ke Timur” seri 2-3 serta Majalah Pakima Hani Hano seri 3-4.

Area Manager WVI Cluster Jayawijaya, Andre Lumi mengatakan tiga tahun lalu WVI berupaya memajukan pendidikan di pegunungan tengah Papua, khususnya Jayawijaya, Lanny Jaya dan Tolikara.

“WVI sadar bahwa tidak mungkin dilakukan sendiri, kami sadar bahwa saat bicara soal pendidikan sebetulnya tidak hanya peran pemerintah, tetapi peran dari masyarakat, yayasan dan kami selaku lembaga yang bisa dipercaya untuk membantu juga ikut dalam memajukan pendidikan di pegunungan tengah Papua ini,” katanya.

Ia mengakui pengembangan pendidikan karakter kontekstual—berusaha bersama untuk menggali apa yang ada di Jayawijaya, penting.

“Kami pun berkunjung ke beberapa tokoh, budayawan yang kami lihat konsen dan peduli mengembalikan kearifan lokal. Selain itu, WVI juga bekerja sama dengan berbagai pihak, perkuat komite sekolah bahwa masalah pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi kembali ke keluarga dan Gereja memiliki peran penting juga,” katanya.

Menurutnya setelah menerapkan pendidikan karakter kontekstual, terjadi perubahan di beberapa sekolah. Guru-guru mulai mengajar dengan cara yang luar biasa, sehingga membuat anak-anak senang. Hal demikian membuat anak-anak senang ke sekolah. Komite sekolah pun mulai aktif meminta anak-anak ke sekolah.

“Harapan kami di Jayawijaya sebagai kabupaten yang sudah lama, harusnya tidak kalah dengan kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura dalam bidang pendidikan,” katanya.

Ia mengakui banyak hal yang harus diperbaiki. Maka banyak pula rekomendasi yang dibuat semisal guru, bagaimana pun, tetap menjadi faktor penting untuk memajukan pendidikan.

Asisten II Sekda Jayawijaya, Gaad Piranid Tabuni mengatakan dalam rangka meng-goal-kan tujuan pendidikan, dengan mengedepankan pola pendidikan yang sangat mendasar, lebih mengedepankan kearifan lokal bagi anak-anak.

“Pendidikan dasar ini kalau kosong jangan harap untuk baik ke depannya. Ini salah satu konteks yang bagus, agar kita mengenal sendiri budaya kita,” kata Gaad. (*)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment