Dua Perupa Papua Pameran Di Bentara Budaya Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Dua perupa muda asal Papua yang sedang studi di Yogyakarta yakni Albertho Wanma dan Ignasius Dicky Takndare menggelar karya-karya mereka dalam pameran bertajuk “Remahili” di Bentara Budaya Yogyakarta Jl. Suroto No. 2 Kotabaru Yogyakarta, mulai Sabtu (15/10/16) hingga Minggu (23/10/16).

Problematika Papua adalah salah satu permasalahan yang acapkali menjadi bahan perbincangan karena sering mencuat kepermukaan. Sehingga diperlukan pemikiran menyumbangkan gagasan-gagasan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal itulah yang mendasari untuk menghelat pameran seni rupa ber-nuansa Papua, lewat berbagai jenis karya seni rupa seperti patung, lukisan, maupun instalasi.

Hermanu dari Bentara Budaya Yogyakarta menyebutkan bahwa Pameran Seni Rupa bertajuk “Remahili” tersebut memberikan warna tersendiri pada perhelatan seni rupa di Yogyakarta yang kesohor sebagai ibukotanya seni rupa.

“Kami berharap nuansa multikulturalisme yang berkembang di masyarakat dapat tumbuh pada dunia seni khususnya seni rupa di kota ini. Jika selama ini perupa dari Bali, Sumatera, Kalimantan dan Jawa kerap tampil dan berkiprah pada perhelatan seni rupa maka kini perupa-perupa dari Timur Indonesia, yaitu dari Tanah Papua memamerkan kebolehan mereka.

Remahili adalah kata yang berasal dari bahasa Sentani, suku di Papua, yang berarti “ratapan”. Apabila seorang sanak keluarga atau sahabat meninggal, orang-orang di sana akan berkumpul dan meratap bersama. Mereka akan menunjukkan kedukaan mereka dengan berbagai cara mulai dari menangis, bersenandung, menyanyi bahkan menari. (Bud)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment