Cara Pemprov Papua Jamin Keamanan Delegasi Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua kembali menutup sementara penjualan minuman keras di Kota Jayapura. Penutupan akan berlangsung 5 – 12 September mendatang.

Penutupan kali ini dilakukan untuk mengantisipasi pengamanan Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Eko Wisata dan Ekonomi Kreatif di Papua dari sejumlah orang mabuk yang biasa mengganggu ketertiban umum.

“Penutupan toko miras untuk menjamin keamanan dari delegasi yang hadir, termasuk 6 duta besar yang dikabarkan akan menghadiri acara ini,para menteri dari Kabinet Kerja dan tamu undangan lainnya,” kata Alex Korwa, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Provinsi Papua, usai melakukan rapat bersama dengan Kadisperindagkop Max Olua, Sekretaris Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Papua Martha Mandosir dan pemilik toko miras di Kota Jayapura.

Nantinya penutupan sementara akan diperkuat dengan surat edaran yang dibuat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua. “Sanksi tegas bagi yang melanggar. Kita razia, kita dapat hari itu kita cabut ijin usaha,” tegasnya.

Agenda konferensi yang rencananya akan dihadiri sekitar 750 tamu undangan itu, akan dilakukan di tiga tituik, yakni di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua untuk pelaksanaan Seminar Ilmiah Keanekaragaman Hayati, lalu di GOR Cenderawasih untuk Pameran keanekaragaman Hayati dan di Taman Budaya Expo Waena untuk lokasi Pesta Budaya. *** (Aruni)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment