Bupati Jayapura Sahkan Tujuh Kampung Adat

SENTANI – Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw kembali mengesahkan kampung adat di Wilayah Pemerintahan setempat. Ke tujuh kampung tersebut, Bgong Koy, Banu, Blobanu, Kubanu Woy, Wrem Demuting, Ketemung dan Swen Yaru. Pengesehatan kampung adat ini digelar di Brasso, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Jumat (12/8) lalu.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan kehadiran pemerintah untuk menyaksikan prosesi pengukuhan sebagaimana dilakukan para Ondoafi. Sementara dibidang pemerintahan, kehadiran pemerintah untuk melantik kepala pemerintahan kampung beserta aparatnya.

“Jika selama ini pengukuhan atau pelantikan itu dilakukan oleh pemerintah daerah, maka hari ini dilaksanakan oleh masyarakat adat. Kita kembali kepada jati diri pemerintahan adat di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayapura,” katanya.

Bupati Mathius meminta adat agar n menjadi mitra baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Karena tiga pilar, pemerintah, adat dan agama harus berdiri sejajar dalam memberikan support terhadap percepatan-percepatan pembangunan kedepan.

Bupati menyebut, untuk sistem pemerintahan kampung diserahkan kepada adat atau kampung adat, karena masyarakat selama ini bergantung kepada pemerintah dan segala sesuatu pemerintah yang melakukannya.

“Kita berikan ruang kepada masyarakat adat untuk membangun masa depannya sendiri di dalam sistem pemerintahan yang terdepan. Karena di dalam Undang-Undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, sudah memberikan ruang terhadap hal itu,” imbuhnya.

Demikian halnya UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua, juga telah memberikan ruang bagi Papua untuk mengelola secara adat istiadat atau berdasarkan kebudayaan.

Penetapan kampung adat merupakan keterbukaan masyarakat di kampung untuk maju, terbuka untuk menerima pembangunan. Karena yang terpenting disini adalah kesungguhan hati kita untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya dan juga memberikan penguatan kapasitas terhadap mereka, maka mereka akan bangkit untuk mengejar ketertinggalan yang selama ini dirasakan supaya dapat mandiri dan bertanggung jawab, tukasnya. (yft/tis)

Facebook Comments

Share This Post

Post Comment